Wabah Sargassum yang Melepas Fosfor Telah Mencemari Lingkungan

Ganggang laut, Sargassum. FOTO: MUSEUM FLORIDA (floridamuseum.ufl.edu)

Darilaut – Tahun lalu, selama berbulan-bulan, pengunjung pantai Florida, Amerika Serikat, diganggu oleh ganggang laut (alga) membusuk yang terdampar di pantai.

Secara ilmiah, ganggang laut ini dikenal sebagai sargassum atau alga coklat (seaweed). Gumpalan tebal merupakan bagian dari sabuk alga laut sepanjang 8.000 kilometer yang memecahkan rekor di Samudera Atlantik.

Namun, mekarnya sargassum menyebabkan berbagai masalah lingkungan, termasuk “zona mati” pesisir yang kehilangan kehidupan akuatik.

Wabah sargassum di masa lalu telah dikaitkan dengan pelepasan fosfor dan zat kimia lain yang berlebihan yang dikenal sebagai nutrisi.

Fosfor dan unsur hara lainnya, nitrogen, merupakan bahan utama dalam pupuk sintetis. Bahan-bahan ini menjadi semakin populer dalam beberapa dekade terakhir, namun dapat menimbulkan dampak buruk jika memasuki danau, sungai, dan laut.

Apa itu fosfor

Melansir Unep.org, ditemukan lebih dari 350 tahun yang lalu, fosfor merupakan nutrisi penting yang membantu tanaman tumbuh.

Kegunaan utamanya dalam pembuatan pupuk sintetis untuk meningkatkan hasil panen, sehingga sangat penting bagi ketahanan pangan.

Fosfor merupakan bahan utama dalam pakan ternak dan juga digunakan untuk memproduksi baja, bahan tambahan makanan, baterai mobil listrik, pestisida tertentu, dan produk pembersih rumah tangga.

Fosfor berasal dari batuan fosfat. Batuan ini sumber utama fosfor yang mudah diperoleh untuk pembuatan pupuk sintetis dan telah diproduksi dalam jumlah besar sejak Perang Dunia II.

Penelitian saat ini menunjukkan bahwa lima negara memiliki 85 persen cadangan batuan fosfat.

Jumlah fosfor di dunia terbatas dan ada kebutuhan untuk mengurangi jumlah mineral yang kita ekstrak. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat penambangan dan pengolahan fosfor menjadi lebih efisien.

Yang juga penting adalah: mengoptimalkan penggunaan fosfor dalam pertanian dan memulihkan fosfor dari limbah.

Mengapa fosfor mencemari lingkungan? Pertanian merupakan sumber utama pencemaran fosfor, baik dari produksi tanaman maupun peternakan. Fosfor juga hilang melalui limbah, makanan yang dibuang, dan aliran limbah lainnya.

Kelebihan fosfor, seperti unsur hara penting lainnya, nitrogen, menghabiskan kekayaan tanah. Hal ini juga mencemari danau, sungai dan laut dalam proses yang dikenal sebagai eutrofikasi.

Hal ini menyebabkan pertumbuhan alga yang mencemari persediaan air minum dan menciptakan zona mati yang kekurangan oksigen, yang dapat membunuh ikan dan spesies air lainnya.

Polusi fosfor merupakan penyebab utama hilangnya keanekaragaman hayati dan berkontribusi terhadap degradasi ekosistem di mana umat manusia bergantung. Eutrofikasi diperkirakan merugikan perekonomian AS saja sebesar US$2,2 miliar setiap tahunnya.

Pada sesi keenam Majelis Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEA-6), yang merupakan badan pengambil keputusan tertinggi di bidang lingkungan hidup di dunia, delegasi dari Negara-negara Anggota PBB diperkirakan akan membahas cara memajukan kerja sama global seputar nutrisi.

UNEA-6 (United Nations Environment Assembly) secara khusus menjadwalkan untuk mencari cara mengendalikan kelebihan fosfor di lingkungan tanpa mengorbankan upaya untuk mengakhiri kelaparan.

Hal ini merupakan kelanjutan dari upaya yang telah dilakukan oleh negara-negara anggota melalui resolusi UNEA di masa lalu untuk mengurangi polusi nitrogen.

“Mengurangi polusi nutrisi dan memulihkan nutrisi seperti fosfor merupakan solusi yang saling menguntungkan bagi lingkungan dan kesehatan manusia,” kata  Kepala Cabang Kelautan dan Air Tawar Program Lingkungan PBB (UNEP), Leticia Carvalho.

“Tetapi untuk berhasil, kita memerlukan pemerintah, ilmuwan, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk bersatu.”

Exit mobile version