Waspada Angin Kencang dan Potensi Hujan di Musim Kemarau
Darilaut – Meskipun musim kemarau semakin meluas, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Begitu pula dengan angin kencang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan potensi hujan sepekan ke depan periode 3 – 6 Juli 2026. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini di Maluku.
Menurut Direktorat Meteorologi Publik BMKG, angin kencang dapat terjadi di Aceh, Sumatera Selatan, Kep. Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Periode 7 – 9 Juli 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Angin kencang di Aceh, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Menghadapi potensi cuaca signifikan yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari kedepan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Berdasarkan hasil monitoring perkembangan iklim terkini, BMKG memprediksi bahwa dalam beberapa waktu ke depan semakin banyak wilayah Indonesia yang akan memasuki periode musim kemarau.
Puncak musim kemarau diprediksi paling luas terjadi pada Agustus 2026, yaitu di 369 Zona Musim (ZOM) atau mencakup 48,84% luas daratan Indonesia. Sementara itu, puncak musim kemarau pada Juli 2026 diprediksi terjadi di 83 ZOM atau 12,26% luas daratan Indonesia, dan pada September 2026 di 169 ZOM atau 25,41% luas daratan Indonesia.
