Darilaut – Aktivitas wisata alam di Kawasan Taman Nasional Karimunjawa telah dibuka kembali secara bertahap dan terbatas. Untuk ke lokasi Taman Karimunjawa, wisatawan sebelumnya harus mendaftar secara online.
Pembukaan wisata alam ini dilakukan Bupati Jepara di Pelabuhan Kartini, Jepara, Jumat (16/10).
Untuk membuka kembali lokasi wisata alam di Taman Karimunjawa membutuhkan proses yang cukup panjang.
Mulai dari persiapan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) kunjungan wisata dan penetapan kuota wisatawan bersama para pihak.
Kemudian, menyiapkan sistem booking online, optimalisasi Call Center dan media sosial.
Balai Taman Nasional Karimunjawa melakukan persiapan yang dihadiri berbagai pihak melalui rapat virtual sebanyak 2 kali. Rapat koordinasi ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hingga Pemerintah Kabupaten Jepara.
Selain itu, melakukan sosialisasi dengan pelaku wisata di Karimunjawa dan Jepara, serta simulasi reaktivasi kawasan untuk wisata alam pada masa adaptasi kebiasaan baru.
Balai Taman Nasional Karimunjawa mensyaratkan wisatawan mengisi booking online melalui http://bit.ly/bookingTNKJ. Tujuannya untuk memastikan wisatawan yang datang tidak melebihi batas kuota yang ditetapkan, yaitu 100 orang per minggu.
Selain itu, booking online juga bertujuan untuk memastikan pengunjung memahami di masa pandemi ke Taman Nasional Karimunjawa mensyaratkan adanya surat kesehatan hasil rapid test atau swab.
Sehingga wisatawan menyiapkan hal tersebut sebelum melakukan kunjungan ke Taman Nasional Karimunjawa.
Pembatasan juga dilakukan, anak-anak dengan usia di bawah 10 tahun dan lanjut usia di atas 60 tahun tidak diperkenankan melakukan kunjungan ke Karimunjawa.
Berapa besar tarif untuk berkunjung tercantum di booking online.
Hari pertama setelah dibuka untuk aktivitas wisata, tercatat sebanyak 22 orang yang melakukan booking online dan hari kedua 7 orang.
Hasil pemantauan yang dilakukan Taman Nasional Karimunjawa di pelabuhan penyeberangan Karimunjawa, hari pertama terdapat 46 orang wisatawan dan hari kedua tercatat ada 11 orang.
Staf Taman Nasional Karimunjawa tetap mendata wisatawan yang belum melakukan booking online. Bila belum mendaftar, pengunjung diminta untuk mengisi booking online sebelum melakukan aktivitas wisata.
