Jumat, Oktober 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Survei Penyakit Karang dan Mikroplastik di Karimunjawa

redaksi
29 Juni 2020
Kategori : Berita, Konservasi, Sampah & Polusi
0
Survei Penyakit Karang dan Mikroplastik di Karimunjawa

Survei penyakit karang di Taman Nasional Karimunjawa. FOTO: KSDAE/KLHK

Darilaut – Balai Taman Nasional Karimunjawa melakukan kegiatan survei penyakit karang, makroplastik dan hewan pengebor karang. Kegiatan bersama Wildlife Conservation Society (WCS) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Karimunjawa tersebut berlangsung pada 15-22 Juni.

Survei telah dilakukan di 20 lokasi dari 38 total lokasi pengambilan data untuk kajian kualitas air di perairan Karimunjawa.

Survei menggunakan metode transek sabuk (belt transect) sepanjang 20 meter x 2 meter sebanyak 3 kali ulangan di ekosistem terumbu karang pada kedalaman 3.5 – 4.5 meter.

Koloni karang yang menunjukkan gejala atau tanda penyakit dicatat, begitupula dengan pencatatan jumlah koloni karang sehat.

Untuk survei bioeroder dilakukan dengan metode belt transect yang sama dengan menghitung jumlah individu cacing, kerang, spons, bulu babi dan mahkota duri di sepanjang transek.
Kondisi penyakit karang dan kelimpahan hewan pengebor karang (coral bioeroder) merupakan faktor biotik yang dapat memberikan indikasi kondisi perairan di sebuah ekosistem terumbu karang.

Misalnya, studi-studi sebelumnya menunjukkan pada perairan yang kadar nitrogennya tinggi, tinggi pula kegiatan bioerosi atau jumlah hewan bioeroder di ekosistem terumbu karang.
Kadar nitrogen di perairan dapat mengindikasikan kualitas perairan itu sendiri dan indikasi kondisi limpasan limbah cair dari daratan ke lautan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: KLHKplastikTaman Nasional KarimunjawaTerumbu Karang
Bagikan5Tweet2KirimKirim
Previous Post

Informasi Peringatan Dini BMKG Dapat Mencegah Hoax

Next Post

Akhir Juni BNPB Mencatat Banjir dan Longsor di Sejumlah Daerah

Postingan Terkait

Prodi Pendidikan Biologi UNG Raih Akreditasi Unggul

Mahasiswa FMIPA UNG Raih Medali Emas Kompetisi Chemistry Education Innovation 2026

2 Oktober 2026
Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

2 Oktober 2026

Naiknya Permukaan Laut Menghantam Tanzania, Air Asin Masuk 8 km

El Niño Akan Memicu Berbagai Ancaman Bahaya

BMKG: Kondisi Musim di Indonesia Tidak Seragam

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

Karhutla di Pulau Karakelang Talaud Sulawesi Utara

Kebutuhan Pasar Ikan Hias Indonesia Diperoleh Melalui Eksploitasi Dari Alam

Next Post
Akhir Juni BNPB Mencatat Banjir dan Longsor di Sejumlah Daerah

Akhir Juni BNPB Mencatat Banjir dan Longsor di Sejumlah Daerah

Komentar tentang post

TERBARU

Mahasiswa FMIPA UNG Raih Medali Emas Kompetisi Chemistry Education Innovation 2026

Naiknya Permukaan Laut di Tanzania Membuat Ikan Ikut Bergeser

Naiknya Permukaan Laut Menghantam Tanzania, Air Asin Masuk 8 km

El Niño Akan Memicu Berbagai Ancaman Bahaya

BMKG: Kondisi Musim di Indonesia Tidak Seragam

Kenaikan Suhu Berdampak Luas Terhadap Lingkungan dan Berbagai Risiko Iklim

AmsiNews

REKOMENDASI

Dua Kapal Ikan Vietnam Ditangkap di Natuna

BMKG Kirim Tim Ahli Survei Pemetaan Gempa Bumi M 7,7 di NTT dan Tsunami

Museum Zoologicum Bogoriense Belum Mengoleksi Lebah Raksasa Wallace

Sistem Bagi Hasil di Kapal Perikanan Rugikan Nelayan

Modus Baru Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura

Rawan Putus, Pengamanan Kabel Laut Sangat Penting

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.