Jumat, Agustus 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Survei Penyakit Karang dan Mikroplastik di Karimunjawa

redaksi
29 Juni 2020
Kategori : Berita, Konservasi, Sampah & Polusi
0
Survei Penyakit Karang dan Mikroplastik di Karimunjawa

Survei penyakit karang di Taman Nasional Karimunjawa. FOTO: KSDAE/KLHK

Darilaut – Balai Taman Nasional Karimunjawa melakukan kegiatan survei penyakit karang, makroplastik dan hewan pengebor karang. Kegiatan bersama Wildlife Conservation Society (WCS) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Karimunjawa tersebut berlangsung pada 15-22 Juni.

Survei telah dilakukan di 20 lokasi dari 38 total lokasi pengambilan data untuk kajian kualitas air di perairan Karimunjawa.

Survei menggunakan metode transek sabuk (belt transect) sepanjang 20 meter x 2 meter sebanyak 3 kali ulangan di ekosistem terumbu karang pada kedalaman 3.5 – 4.5 meter.

Koloni karang yang menunjukkan gejala atau tanda penyakit dicatat, begitupula dengan pencatatan jumlah koloni karang sehat.

Untuk survei bioeroder dilakukan dengan metode belt transect yang sama dengan menghitung jumlah individu cacing, kerang, spons, bulu babi dan mahkota duri di sepanjang transek.
Kondisi penyakit karang dan kelimpahan hewan pengebor karang (coral bioeroder) merupakan faktor biotik yang dapat memberikan indikasi kondisi perairan di sebuah ekosistem terumbu karang.

Misalnya, studi-studi sebelumnya menunjukkan pada perairan yang kadar nitrogennya tinggi, tinggi pula kegiatan bioerosi atau jumlah hewan bioeroder di ekosistem terumbu karang.
Kadar nitrogen di perairan dapat mengindikasikan kualitas perairan itu sendiri dan indikasi kondisi limpasan limbah cair dari daratan ke lautan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: KLHKplastikTaman Nasional KarimunjawaTerumbu Karang
Bagikan5Tweet2KirimKirim
Previous Post

Informasi Peringatan Dini BMKG Dapat Mencegah Hoax

Next Post

Akhir Juni BNPB Mencatat Banjir dan Longsor di Sejumlah Daerah

Postingan Terkait

NASA Memotret Gerhana Matahari Total yang Menakjubkan

NASA Memotret Gerhana Matahari Total yang Menakjubkan

14 Agustus 2026
Sambut Ribuan Mahasiswa Baru UNG Perkenalkan Logo dan Maskot Simbol Kampus Berdampak

Komitmen Melahirkan Generasi Muda Berintegritas UNG Bekali Mahasiswa Baru Dengan Pengetahuan Anti Korupsi

14 Agustus 2026

Djibouti Perkuat Sistem Peringatan Dini yang Berpusat Pada Masyarakat, Antisipasi Banjir dan Tanah Longsor

Gempa Kolombia, 132 Orang Tewas dan 238 Hilang

Peneliti UNG Temukan Cara Menangkal Nyamuk Malaria Dengan Rambut Jagung dan Daun Pepaya

Hujan Meteor Perseid Terekam dari Nusa Tenggara Timur

Dua Tim Periset Fakultas Sastra dan Budaya UNG Raih Penghargaan Program Riset Internasional

Selama Tahun 2026 Kematian Migran Meningkat

Next Post
Akhir Juni BNPB Mencatat Banjir dan Longsor di Sejumlah Daerah

Akhir Juni BNPB Mencatat Banjir dan Longsor di Sejumlah Daerah

Komentar tentang post

TERBARU

NASA Memotret Gerhana Matahari Total yang Menakjubkan

Komitmen Melahirkan Generasi Muda Berintegritas UNG Bekali Mahasiswa Baru Dengan Pengetahuan Anti Korupsi

Djibouti Perkuat Sistem Peringatan Dini yang Berpusat Pada Masyarakat, Antisipasi Banjir dan Tanah Longsor

Gempa Kolombia, 132 Orang Tewas dan 238 Hilang

Peneliti UNG Temukan Cara Menangkal Nyamuk Malaria Dengan Rambut Jagung dan Daun Pepaya

Hujan Meteor Perseid Terekam dari Nusa Tenggara Timur

AmsiNews

REKOMENDASI

Kasus Bakteri “Pemakan Daging” di Jepang Mencapai Rekor Tertinggi

Tahun Ini Wilayah Gorontalo Berpotensi Mengalami Kemarau Lebih Basah

Pentingnya Kolaborasi Internasional Memperkuat Mitigasi Tsunami di Samudra Hindia

Pinisi Tiba di Pulau Babar

General Santos Paling Parah Terkena Dampak Gempa Sarangani di Mindanao

Pas Kecil untuk Kapal 7 GT ke Bawah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.