Darilaut – KBR bekerjasama dengan Environmental Reporting Collective (ERC), didukung Environmental Justice Foundation (EJF), menyelenggarakan 5 webinar untuk jurnalis Indonesia.
Kegiatan workshop ini untuk meningkatkan pemahaman isu dan kapasitas dalam melakukan peliputan kasus terkait kejahatan lingkungan.
Melalui workshop tersebut, lima jurnalis akan dipilih untuk memenangkan 5 Story Grant masing-masing senilai $6,000 untuk melakukan liputan, dengan pendampingan dari ERC, EJF dan Tempo Institute.
Indonesia menghadapi tantangan besar terkait kejahatan lingkungan dalam berbagai bentuk. Di antaranya kegiatan penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan dan menyalahi aturan (Illegal, Unreported and Unregulated Fishing) atau IUU Fisihing yang dilakukan oleh kapal ikan domestik atau yang berbendera asing.
Fokus workshop yang akan dihadirkan mengenai IUU Fishing, perdagangan satwa liar ilegal, serta perdagangan hiu.
Media di Indonesia mulai banyak mengangkat peristiwa terkait kejahatan lingkungan ini. Namun, ada banyak detil peristiwa atau kasus soal kejahatan lingkungan yang sangat spesifik dan harus dipelajari secara khusus.
Dengan pengetahuan dan kemampuan media yang terbatas, maka hasil liputan pun tak bisa maksimal.
Karena itu, jurnalis dan media perlu dibekali kemampuan untuk melakukan liputan investigatif untuk membangun kesadaran akan pentingnya isu kejahatan lingkungan.
Setiap workshop akan diikuti 10 jurnalis yang bekerja di wilayah Indonesia, dengan prioritas dari wilayah Jawa, Sulawesi dan Papua Barat.
Tema Workshop:
Pertama, kejahatan lingkungan dan IUUF, Juli 2021
Kedua, IUU Fishing dan rantai pasar perdangangan hiu, September 2021
Ketiga, transparansi dalam perikanan, Februari 2022
Keempat, perdagangan satwa liar, April 2022
Kelima, deforestasi daratan dan laut & pengenalan soal blue carbon, September 2022
Workshop akan melibatkan narasumber dari berbagai CSO, institusi penegak hukum, peneliti serta pejabat pemerintah yang bergerak di bidang lingkungan, serta jurnalis investigasi dari EJF, ERC dan Tempo Institute.
Setiap workshop daring terdiri dari 3 sesi yang diselenggarakan di 3 hari yang berbeda, masing-masing dengan durasi 2 jam lewat Zoom.
Sesi tersebut adalah:
1) Terkait tema workshop (pemaparan & diskusi dengan 2 narasumber).
2) Terkait teknik liputan investigasi (pemaparan & diskusi dengan 1 narasumber).
3) Presentasi ide liputan, berbagi pengalaman liputan/contoh kasus (diskusi dengan EJF/ERC/Tempo Institute).
Jurnalis yang idenya terpilih akan mendapatkan Story Grant untuk melakukan liputan.
Hasil liputan wajib dipublikasikan di media tempat jurnalis bekerja dan/atau media lain yang disepakati, sesuai tenggat waktu yang ditentukan EJF.
Koordinasi terkait pengerjaan dan publikasi hasil liputan dilakukan langsung dengan EJF.
Adapun persyaratan peserta sebagai berikut:
1. Memiliki pengalaman minimal 3 tahun.
2. Bekerja di media nasional maupun lokal, dari berbagai platform (audio, visual, teks).
3.Menyertakan contoh karya yang pernah dilakukan sebelumnya terkait tema kejahatan lingkungan (sedikitnya 3 karya).
4. Menyertakan surat keterangan dari atasan langsung di Redaksi yang memberikan dukungan untuk mengikuti webinar, serta (jika terpilih) melakukan liputan dengan dukungan dari EJF. Untuk jurnalis lepas (freelance), menyertakan surat keterangan dari media yang akan memuat hasil liputan jika terpilih untuk mendapatkan Story Grant.
Komitmen untuk mengikuti ketiga sesi webinar secara utuh.
Setiap jurnalis diharapkan hanya memilih 1 webinar mengingat ada peluang memenangkan Story Grant, di mana jurnalis akan melakukan liputan sesuai ide yang diajukan dan disetujui.
Bagi jurnalis yang berminat bisa mengisi Google Form di link berikut: http://bit.ly/WorkshoptentangKejahatanLingkungan
Untuk persyaratan peserta bisa cek di link dibawah ini: https://www.instagram.com/p/CP9p7ldLC5k/?utm_medium=copy_link.
