Darilaut – Burung, terutama yang bermigrasi membutuhkan ruang bersama. Burung migran berpindah dari satu tempat ke ruang lain karena pergantian musim.
Saat berpindah, mungkin suatu wilayah telah menjadi pemukiman atau perkotaan. Perlu ruang bersama agar bagi burung migran ini tetap eksis.
Sebagai pengingat akan eksistensi tersebut, Hari Burung Migrasi Sedunia (World Migratory Bird Day) – diperingati dua kali dalam setahun, pada 10 Mei dan 11 Oktober.
Hal ini untuk mempromosikan pentingnya koeksistensi yang sehat antara manusia dan burung dengan berfokus pada penciptaan komunitas dan kota yang ramah burung.
Kampanye Hari Burung Migrasi Sedunia tahun 2025 untuk meningkatkan kesadaran tentang tantangan yang dihadapi burung migran karena aktivitas manusia dan pembangunan perkotaan, mempromosikan konservasi dan penciptaan lingkungan ramah burung di komunitas kita.
Perserikatang Bangsa-Bangsa (PBB) mengajak kita untuk mempelajari bagaimana dapat membantu burung yang bermigrasi.
Menurut Worldmigratorybirdday.org, pada pertengahan November tahun lalu, bertempat di Bonn (Jerman), Boulder (Colorado, AS) Incheon (Korea Selatan), para mitra mengumumkan tema kampanye Hari Burung Migrasi Sedunia 2025 untuk menciptakan kota dan komunitas yang ramah burung.
Lokasi ini mewakili markas besar organisasi yang terlibat dalam kampanye: Convention on the Conservation of Migratory Species (CMS) di Bonn, Environment for the Americas (EFTA) di Boulder dan East Asian-Australasian Flyway Partnership (EAAFP) di Incheon.
Kampanye menyoroti perlunya koeksistensi yang sehat antara manusia dan burung. Ini akan berfokus pada penciptaan dan adaptasi lingkungan yang mendukung populasi burung yang bermigrasi di semua komunitas, dari kota yang ramai hingga kota kecil.
Ada tindakan yang dapat diambil setiap orang untuk melindungi ruang bersama kita dengan satwa liar.
Pada tahun 2025, Hari Burung Migrasi Sedunia untuk meningkatkan kesadaran tentang banyaknya tantangan yang dihadapi burung migran akibat aktivitas manusia dan perluasan pembangunan perkotaan.
Kampanye ini mengadvokasi upaya perencanaan dan konservasi kota strategis yang menggabungkan praktik ramah burung, memastikan bahwa komunitas kita menjadi surga bagi para pelancong.
Tema 2025 mendorong tindakan dari semua sektor, termasuk pemerintah pusat dan daerah, bisnis, kelompok masyarakat, dan individu di seluruh dunia.
Dua hari puncak Hari Burung Migrasi Sedunia 2025, pada 10 Mei dan 11 Oktober 2025, mencerminkan sifat siklus migrasi burung dengan periode migrasi yang bervariasi di belahan bumi utara dan selatan.
