4. Sistem peringatan tsunami Pasifik terbukti efektif saat Kamchatka diguncang gempa pada tahun 2025. Ketika gempa berkekuatan magnitudo 8,8 mengguncang wilayah lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Juli 2025, peringatan tsunami segera disebarkan ke seluruh wilayah Pasifik dalam hitungan menit.

Lebih dari 1,9 juta orang di Jepang melakukan evakuasi, diikuti oleh sekitar 2.700 orang lainnya di wilayah Sakhalin, Rusia. Sistem Peringatan dan Mitigasi Tsunami Pasifik, yang telah beroperasi sejak 1965, berhasil mendeteksi ancaman tersebut.
Sirene di sepanjang pesisir, peringatan melalui pesan singkat massal, serta latihan evakuasi yang telah dilakukan selama bertahun-tahun melengkapi upaya penyelamatan tersebut.
5. Penduduk Pulau Simeulue segera berlari ke tempat yang lebih tinggi begitu guncangan berhenti. Pada 26 Desember 2004, penduduk Simeulue—pulau berpenghuni yang paling dekat dengan pusat gempa—segera bergegas menuju dataran yang lebih tinggi.
Dari puluhan ribu penduduk pulau tersebut, hanya tujuh orang yang meninggal dunia. Mereka bertindak berdasarkan konsep smong —sebuah istilah yang diwariskan secara turun-temurun melalui lagu pengantar tidur dan cerita rakyat sejak tsunami melanda Simeulue pada tahun 1907.
Istilah ini merujuk pada seluruh rangkaian peristiwa: gempa bumi, surutnya air laut, dan gelombang raksasa yang menyusul kemudian.




