Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Makanan Hewan yang Dijual di Singapura Berasal dari Hiu

redaksi
9 Maret 2022
Kategori : Berita, Bisnis dan Investasi, Konservasi
0
Makanan Hewan yang Dijual di Singapura Berasal dari Hiu

Prionace glauca, blue shark atau hiu biru. FOTO: AUSTRALIAN.MUSEUM

Darilaut – Dengan menggunkaan metode DNA Barcoding (kode batang) peneliti di Singapura berhasil mengidentifikasi hiu yang terancam punah dalam makanan hewan yang dijual di Singapura.

Penelitian ini dilakukan Ian French dari Yale-NUS College Universitas Nasional Singapura dan Benjamin J. Wainwright dari Departemen Ilmu Biologi, Universitas Nasional Singapura.

Penelitian dengan judul “DNA Barcoding Identifies Endangered Sharks in Pet Food Sold in Singapore” telah dipublikasi di jurnal Frontiersin.org, 4 Maret 2022.

Sejauh ini, minat dan kesadaran publik untuk konservasi hiu berkembang pesat. Terutama untuk spesies karismatik, seperti hiu.

Mungkin banyak pemilik hewan peliharaan yang secara luas tertarik pada konservasi, atau lebih khusus lagi dalam perlindungan hiu.

Tetapi, mereka tidak menyadari atau secara tidak sengaja memberi makan spesies hiu yang terancam punah kepada hewan peliharaan.

Ada pula bahan kosmetik yang mengandung bahan turunan hiu, seperti squalene. Tanpa disadari hal ini memicu penangkapan hiu secara global.

Meskipun kesadaran publik meningkat seputar konservasi hiu, tiga perempat dari semua spesies hiu samudera saat ini dianggap berisiko punah.

Karena itu, peneliti menggunakan DNA barcoding untuk mengidentifikasi DNA hiu yang digunakan dalam makanan hewan peliharaan di Singapura.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: CITESDiambang KepunahanDNA BarcodingHiuIUCNSingapura
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Peringatan Awal Penurunan Jumlah Populasi Hiu Belimbing

Next Post

Cara Melacak Hiu pada Produk Kosmetik dan Makanan Hewan

Postingan Terkait

BMKG: Tinggi Gelombang Capai 2,5 Meter

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

20 April 2026
Daya Tampung UTBK – SNBT di Universitas Negeri Gorontalo 3063 Kursi

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

19 April 2026

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

Tahun 2026 UNG Targetkan 55 Persen Program Studi Terakreditasi “Unggul”

Eutrofikasi di Teluk Jakarta Sangat Tinggi Secara Global

Next Post
Cara Melacak Hiu pada Produk Kosmetik dan Makanan Hewan

Cara Melacak Hiu pada Produk Kosmetik dan Makanan Hewan

Komentar tentang post

TERBARU

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

Nelayan dan Warga Bersih Pantai di Pesisir Bone Bolango, Teluk Tomini

AmsiNews

REKOMENDASI

Balai TN Bunaken Lepas 2 Penyu Sisik Betina

UNG Akan Melakukan Verifikasi 1.696 Peserta SNBT KIP Kuliah

Badai Dari Laut Cina Selatan Kembali Mengincar Vietnam

Sunrise dan Prasetyo Terpilih Aklamasi Pimpin AMSI Kalimantan Tengah 2025-2029

Hasil Penelitian: BPBD Belum Banyak Berperan Saat Tsunami Selat Sunda 2018

5 April Batas Pendaftaran UTBK–SNBT di Universitas Negeri Gorontalo

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.