Minggu, Oktober 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Makanan Hewan yang Dijual di Singapura Berasal dari Hiu

redaksi
9 Maret 2022
Kategori : Berita, Bisnis dan Investasi, Konservasi
0
Makanan Hewan yang Dijual di Singapura Berasal dari Hiu

Prionace glauca, blue shark atau hiu biru. FOTO: AUSTRALIAN.MUSEUM

Darilaut – Dengan menggunkaan metode DNA Barcoding (kode batang) peneliti di Singapura berhasil mengidentifikasi hiu yang terancam punah dalam makanan hewan yang dijual di Singapura.

Penelitian ini dilakukan Ian French dari Yale-NUS College Universitas Nasional Singapura dan Benjamin J. Wainwright dari Departemen Ilmu Biologi, Universitas Nasional Singapura.

Penelitian dengan judul “DNA Barcoding Identifies Endangered Sharks in Pet Food Sold in Singapore” telah dipublikasi di jurnal Frontiersin.org, 4 Maret 2022.

Sejauh ini, minat dan kesadaran publik untuk konservasi hiu berkembang pesat. Terutama untuk spesies karismatik, seperti hiu.

Mungkin banyak pemilik hewan peliharaan yang secara luas tertarik pada konservasi, atau lebih khusus lagi dalam perlindungan hiu.

Tetapi, mereka tidak menyadari atau secara tidak sengaja memberi makan spesies hiu yang terancam punah kepada hewan peliharaan.

Ada pula bahan kosmetik yang mengandung bahan turunan hiu, seperti squalene. Tanpa disadari hal ini memicu penangkapan hiu secara global.

Meskipun kesadaran publik meningkat seputar konservasi hiu, tiga perempat dari semua spesies hiu samudera saat ini dianggap berisiko punah.

Karena itu, peneliti menggunakan DNA barcoding untuk mengidentifikasi DNA hiu yang digunakan dalam makanan hewan peliharaan di Singapura.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: CITESDiambang KepunahanDNA BarcodingHiuIUCNSingapura
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Peringatan Awal Penurunan Jumlah Populasi Hiu Belimbing

Next Post

Cara Melacak Hiu pada Produk Kosmetik dan Makanan Hewan

Postingan Terkait

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

25 Oktober 2026
6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

25 Oktober 2026

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

Mahasiswa Asal Aljazair Bergabung di Prodi Sistem Informasi UNG

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

Next Post
Cara Melacak Hiu pada Produk Kosmetik dan Makanan Hewan

Cara Melacak Hiu pada Produk Kosmetik dan Makanan Hewan

Komentar tentang post

TERBARU

Badai Tropis In-fa Terbentuk di Dekat Kepulauan Marshall

6 Penghasil Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Dunia, Salah satunya Indonesia

Pemanasan Global Melampaui Perjanjian Paris

Dosen UNG Wakili Indonesia dalam Program Marikultur di Cina

Mahasiswa Asal Aljazair Bergabung di Prodi Sistem Informasi UNG

Topan Champi Terus Melemah di Laut Cina Timur

AmsiNews

REKOMENDASI

BMKG dan JICA Kerja Sama Proyeksi iklim

Badai Tropis Mawar Membawa Hujan Deras dan Angin Kencang di Jepang

Hiu Paus Jadi Logo Baru Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Organisasi Meteorologi: El Nino Dapat Memicu Panas yang Lebih Ekstrem

Krisis Iklim: Bumi Memanas

Kapal SB Evelyn diduga Terbalik dan Tenggelam

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.