Manado – Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (Himika) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsrat melakukan kerjasama dengan Scuba School Internasional (SSI). Kerjasama ini berkaitan dengan pelatihan menyelam bagi mahasiswa.
Pelatihan menyelam akan berlangsung selama tiga bulan, September hingga November mendatang. Para peserta akan memperoleh pelatihan selam dasar berjenjang Open Water diver. Kegiatan ini akan berlangsung pada Sabtu, (22/9) besok.
Ketua Himika Unsrat Arde Kase mengatakan, pelatihan selam dasar ini pertama dilakukan bersama program lainnya. “Materi kelas dimulai Sabtu, 22 September di ruang sekertariat Himika,” katanya.
Ini salah satu program wajib agar bisa mengetahui dasar-dasar menyelam. Gunanya untuk mempermudah mahasiswa jika akan melakukan penelitian di laut , khususnya menyelesaikan studi di Ilmu Kelautan Unsrat.
Para peserta pelatihan dari angkatan 2016, 2017 dan 2018. Setiap calon penyelam harus melengkapi beberapa persyaratan untuk mengikuti pelatihan. Antara lain, berusia di atas 15 tahun, memiliki kondisi tubuh yang sehat dan layak medis, melengkapi surat pernyataan riwayat penyakit. Selanjutnya, pertanggungjawaban risiko akan bahaya aktivitas scuba diving, serta dilengkapi surat keterangan dokter yang berkompeten.
Pelatihan selam jenjang Open Water Diver SSI terbagi dalam 3 program. Pertama, pengetahuan akademis penyelaman, latihan keterampilan kolam dan latihan perairan terbuka.
Di akhir kursus peserta wajib mengikuti evaluasi tertulis yang akan diuji oleh Instruktur dengan nilai minimal 85 persen tingkat kelulusan.
Tim Pengajar dari Tridacna Diving Club Program Studi Ilmu Kelautan Unsrat Hesky Marpaung mengatakan, tujuan pelatihan selam ini untuk peningkatan dan pemahaman selam dasar dan aplikasinya, meningkatkan kemampuan pendidikan dan teknis kegiatan bawah air secara aman, nyaman dan menyenangkan.
Dengan melaksanakan program seperti ini dapat menjaga eksistensi Himika dengan berbagai perannya sebagai organisasi kemahasiswan yang mandiri.*
