Kamis, Mei 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Paus Orca Predator Alami Paus Minke Antartika, Balaenoptera bonaerensis

redaksi
30 Januari 2026
Kategori : Berita, Biota Eksotis, Orca
0
Paus Orca Predator Alami Paus Minke Antartika, Balaenoptera bonaerensis

Paus Minke Antartika (Balaenoptera bonaerensis). FOTO: NORBERT WU/NATUREPL.COM

Darilaut – Hingga kini belum ada data atau informasi mengenai populasi Paus Minke Antartika (Balaenoptera bonaerensis).

Spesies ini dilindungi, namun terus diburu oleh Jepang dengan alasan “penelitian dan izin ilmiah”.

Paus Pembunuh (Orcinus orca) adalah predator alami Paus Minke Antartika. Ancaman lain karena terjerat alat tangkap ikan (tangkapan samping), tabrakan fatal dengan kapal, polusi, penurunan habitat, dan persaingan antropogenik untuk sumber daya.

Di Indonesia Balaenoptera  bonaerensis termasukspesies yang dilindungi. Cetacea ini hidup di perairan kutub hingga tropis di belahan bumi selatan.

Di Indonesia paus ini ditemukan di perairan Laut Sawu, menurut Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI nomor 66, tanggal 29 Oktober 2025,.

Paus minke antartika mirip dengan paus minke. Tubuhnya berwarna abu-abu tua di bagian punggung dengan bagian perut pucat.

Salah satu ciri yang membedakan paus ini dengan paus minke adalah paus ini tidak memiliki bercak putih pada siripnya.

Paus jantan dewasa dapat mencapai panjang maksimum 9,63 m, sedangkan paus betina dapat mencapai panjang maksimum 10,22 m.

Paus minke antartika memiliki moncong runcing, sirip punggung berbentuk kait dan terletak sekitar 2/3 panjang tubuh dari depan.

Pelat balin berwarna hitam pada sisi kiri, sedangkan pelat balin sisanya berwarna putih.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Balaenoptera bonaerensisKKPPaus Minke Antartika
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Bibit Siklon Tropis 98P Terletak di Teluk Carpentaria Australia

Next Post

FMIPA UNG Bahas Dinamika Iklim Global dan Dampaknya di Gorontalo

Postingan Terkait

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

14 Mei 2026
Kapal ikan

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

13 Mei 2026

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

Prof. Reza: Mikroplastik Membawa Berbagai Zat Berbahaya

Mikroplastik Membahayakan Ekosistem Laut Hingga Rantai Makanan Manusia

Krisis Iklim: Titik Kritis yang Berpotensi Menimbulkan Bencana

Next Post
WMO: Sebagian Wilayah Indonesia Mengalami Curah Hujan di Bawah Normal

FMIPA UNG Bahas Dinamika Iklim Global dan Dampaknya di Gorontalo

TERBARU

Penumpang Kapal yang Terkena Hantavirus Menjalani Karantina 42 Hari

Pemerintah Inggris Dukung Pembangunan 1.500 Kapal Ikan Indonesia

Calon Mahasiswa Baru yang Lulus SNBP 2026 di UNG Registrasi Ulang

Perubahan Iklim Merusak Perekonomian Global

Karakteristik Burung Kareo Padi yang Hidup di Lahan Basah

UNG Gandeng Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan Kekerasan di Kampus

AmsiNews

REKOMENDASI

Musim Hujan di Indonesia Lebih Panjang

49 Mahasiswa Profesi Ners UNG Berikan Layanan Kesehatan

Mengganggu Migrasi Tahunan, Peneliti Menyerukan Larangan Berenang dengan Paus Bungkuk

Badai Tropis Doksuri Terbentuk di Laut Filipina

Hingga Akhir Februari 2022 Cuaca Ekstrem Paling Banyak Terjadi di Indonesia

10 Kapal Pinisi Ditempatkan untuk KTT ASEAN di Labuan Bajo

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.