Darilaut – Kapal Gloria 28 yang membawa 91 satwa endemik Indonesia yang diselundupkan ke Filipina tiba di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (30/7). Kapal ini berlayar dari pelabuhan Sta. Ana Davao, Davao City Senin (27/7).
Saat tiba di Bitung, pemulangan 91 satwa langka ini diterima Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rasio Ridho Sani, bersama Walikota Bitung Maximiliaan J. Lomban, dan Kepala BKSDA Sulawesi Utara Noel Layuk Allo.
Selanjutnya, Dirjen Gakkum dan Walikota Bitung meninjau Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki untuk proses pemulihan sebelum dilepasliarkan ke habitat alaminya.
91 individu satwa endemik yang terdiri dari reptil, mamalia, dan aves (burung) tersebut akan diobservasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki di Bitung, sampai siap untuk dilepasliarkan kembali ke alam.
Dalam siaran pers KLHK, Kamis (30/7), Rasio Sani mengatakan, inisiasi repatriasi dilakukan oleh Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Direktorat Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK Indra Exploitasia, yang juga Management Authority (MA) CITES Indonesia.
“Repatriasi bermula saat Direktur KKH Indra menerima informasi dari MA CITES Filipina tentang adanya satwa yang disita pada tanggal 8 April 2019 dan perlu konfirmasi asal satwa. Hasil identifikasi jenis satwa asal-usul satwa tersebut dari Indonesia wilayah timur antara lain walabi, kasuari dan julang papua,” katanya.





Komentar tentang post