Darilaut – Kampus yang ramah lingkungan atau eco-campus bukan hanya ditumbuhi tumbuhan hijau. Universitas Gadjah Mada (UGM) juga telah mengembangkan energi terbarukan, seperti penggunaan energi surya.
Melansir Ugm.ac.id, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Nizam, sebagai keynotes speech dalam Webinar Step Up to Succeed The Green Campus with Solar Energy, pada Kamis (24/6), mengatakan perlu untuk mendorong kampus Membangun Indonesia Hijau.
Hal tersebut dapat dimulai dari gerakan hemat energi dengan menggunakan panel surya, adanya green building dan berbagai biofuel yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Potensi biofuel ini sangat baik jika dapat dimanfaatkan oleh kampus bukan hanya untuk menghemat energi, namun juga untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
“Pendidikan dan penelitian berperan penting dalam membangun budaya penghematan energi melalui penguasaan IPTEK bersama,” kata Nizam seperti dikutip dari Ugm.ac.id.
Menurut Rektor UGM Prof. Panut Mulyono, UGM sejak dahulu sudah memiliki concern terhadap kampus hijau yang bukan sekadar banyak tumbuhan hijau. Namun juga menggunakan berbagai energi terbarukan, mengkonservasi air agar penggunaan air di kampus dapat hemat, hingga tatanan dan pilihan vegetasi pilihan yang sesuai.
Selain itu, kata Rektor UGM, terdapat penggunaan sepeda di dalam kampus, penggunaan kendaraan listrik di lingkungan kampus, pemasangan panel surya di berbagai bangunan. Hingga penggunaan biopori yang dapat menampung air hujan, serta sistem integrasi air yang bertujuan untuk memaksimalkan manfaat air.





Komentar tentang post