Jumat, Oktober 23, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kedahsyatan Banjir di China dan Jerman, Terhubung Perubahan Iklim

redaksi
23 Juli 2021
Kategori : Berita
0
Kedahsyatan Banjir di China dan Jerman, Terhubung Perubahan Iklim

Sebuah rumah hancur total setelah banjir di Marienthal, Jerman. FOTO: Thomas Frey/dpa via AP/EURONEWS.COM

Darilaut – Bila melihat peta dunia, antara Jerman dan Henan di China berjarak lebih dari 10 ribu kilometer.

Dalam pekan terakhir, di wilayah yang berjauhan itu dilanda banjir dahsyat yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia dan lebih kurang setengah juta orang mengungsi ke tempat yang aman.

Kedahsyatan banjir di dua negara itu, yang satu berada di dekat Samudera Pasifik Utara dan satunya lagi di Samudera Atlantik Utara dihubungkan dengan perubahan iklim dunia.

Di Provinsi Henan, China tengah, intensitas hujan yang biasanya mengguyur wilayah itu dalam setahun, curahan hanya dalam 3 hari saja.

Hingga 22 Juli, banjir besar yang melanda kota Zhengzhou dan Provinsi Henan pada 20 Juli 2021 menewaskan sebanyak 33 orang dan 8 masih dinyatakan hilang, 3 juta orang telah terkena dampak dan 376.000 orang dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Di Jerman, menurut Euronews.com, korban tewas akibat bencana banjir pekan lalu di seluruh negeri total 177 orang, sementara 32 orang lainnya tewas di negara tetangga Belgia.

Korban meninggal kemungkinan akan bertambah karena lebih dari 100 orang masih hilang di Jerman.

Ketika kehancuran begitu besar, para ilmuwan Eropa sedang bergulat, bagaimana kerusakan seperti itu bisa terjadi di negara terkaya dan paling maju secara teknologi di dunia.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: BanjirChinaEropaEropa BaratJermanPemanasan GlobalPerubahan Iklim
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Banjir di China Menewaskan 33 Orang, 376.000 Dievakuasi

Next Post

KRI Dr Soeharso-990 Sediakan Oksigen Gratis

Postingan Terkait

Titik Panas Kalteng Terbanyak, Kualitas Udara Palangkaraya Kategori Berbahaya

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

23 Oktober 2026
Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

23 Oktober 2026

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

5 Daerah di Provinsi Gorontalo Kategori Awas Kekeringan

Gagas Restorasi Padang Lamun di Teluk Tomini Mahasiwa FMIPA UNG Juara 3 Lomba Esai Nasional

Next Post
KRI Dr Soeharso-990 Sediakan Oksigen Gratis

KRI Dr Soeharso-990 Sediakan Oksigen Gratis

Komentar tentang post

TERBARU

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Super Typhoon Champi Weakens East of Taiwan

Copernicus Marine Catat Topan Super Champi Memiliki Kecepatan Angin Terkuat di Dunia Tahun 2026

Etika Profesi dan Pengabdian Komitmen Lulusan Kedokteran UNG

Partisipan 46 Negara Dibekali Kesiapsiagaan Menghadapi El Niño

AmsiNews

REKOMENDASI

UNG Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Kemdiktisaintek

Anomali Sirekap, KPU Lakukan Perbaikan Data

Gempa dan Tsunami, BNPB Memasang Sistem Peringatan Dini di Pulau Siberut

Organisasi Konstituen Dewan Pers di Gorontalo Gelar Temu Jurnalis

Kapal Jadi Tempat Pelihara Nuri Maluku, Burung yang Dilindungi

JagaSuara PSU Gorontalo Utara, Thariq Modanggu – Nurjana Hasan Unggul di 8 Kecamatan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.