Rabu, Juli 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kedahsyatan Banjir di China dan Jerman, Terhubung Perubahan Iklim

redaksi
23 Juli 2021
Kategori : Berita
0
Kedahsyatan Banjir di China dan Jerman, Terhubung Perubahan Iklim

Sebuah rumah hancur total setelah banjir di Marienthal, Jerman. FOTO: Thomas Frey/dpa via AP/EURONEWS.COM

Darilaut – Bila melihat peta dunia, antara Jerman dan Henan di China berjarak lebih dari 10 ribu kilometer.

Dalam pekan terakhir, di wilayah yang berjauhan itu dilanda banjir dahsyat yang mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia dan lebih kurang setengah juta orang mengungsi ke tempat yang aman.

Kedahsyatan banjir di dua negara itu, yang satu berada di dekat Samudera Pasifik Utara dan satunya lagi di Samudera Atlantik Utara dihubungkan dengan perubahan iklim dunia.

Di Provinsi Henan, China tengah, intensitas hujan yang biasanya mengguyur wilayah itu dalam setahun, curahan hanya dalam 3 hari saja.

Hingga 22 Juli, banjir besar yang melanda kota Zhengzhou dan Provinsi Henan pada 20 Juli 2021 menewaskan sebanyak 33 orang dan 8 masih dinyatakan hilang, 3 juta orang telah terkena dampak dan 376.000 orang dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Di Jerman, menurut Euronews.com, korban tewas akibat bencana banjir pekan lalu di seluruh negeri total 177 orang, sementara 32 orang lainnya tewas di negara tetangga Belgia.

Korban meninggal kemungkinan akan bertambah karena lebih dari 100 orang masih hilang di Jerman.

Ketika kehancuran begitu besar, para ilmuwan Eropa sedang bergulat, bagaimana kerusakan seperti itu bisa terjadi di negara terkaya dan paling maju secara teknologi di dunia.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: BanjirChinaEropaEropa BaratJermanPemanasan GlobalPerubahan Iklim
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Banjir di China Menewaskan 33 Orang, 376.000 Dievakuasi

Next Post

KRI Dr Soeharso-990 Sediakan Oksigen Gratis

Postingan Terkait

Bibit Siklon Tropis 93W Terletak di Utara Yap

Bibit 92W di Laut Filipina Berpeluang Medium Menjadi Siklon Tropis

22 Juli 2026
Kemampuan Mengenali dan Mengelola Stres Penting Bagi Tenaga Kependidikan UNG

Kemampuan Mengenali dan Mengelola Stres Penting Bagi Tenaga Kependidikan UNG

22 Juli 2026

Lebih Dari 140 Migran Tewas dan Hilang di lepas pantai Mauritania

Industri Media Mengalami Fenomena “Double Subsidy” dan Penurunan Kunjungan

Bibit Siklon Tropis 92W Terletak di Laut Filipina

Juli 2026 Tercatat 8 Prodi UNG Raih Akreditasi Unggul

Potensi Hujan di Tengah Penguatan El Niño

Kondisi Relatif Kering,  Penguatan El Niño dan Perluasan Musim Kemarau

Next Post
KRI Dr Soeharso-990 Sediakan Oksigen Gratis

KRI Dr Soeharso-990 Sediakan Oksigen Gratis

Komentar tentang post

TERBARU

Bibit 92W di Laut Filipina Berpeluang Medium Menjadi Siklon Tropis

Kemampuan Mengenali dan Mengelola Stres Penting Bagi Tenaga Kependidikan UNG

Lebih Dari 140 Migran Tewas dan Hilang di lepas pantai Mauritania

Industri Media Mengalami Fenomena “Double Subsidy” dan Penurunan Kunjungan

Bibit Siklon Tropis 92W Terletak di Laut Filipina

Juli 2026 Tercatat 8 Prodi UNG Raih Akreditasi Unggul

AmsiNews

REKOMENDASI

Kapal Singapura, Malaysia dan Indonesia Diduga Melakukan Aktivitas Ilegal di Perairan Batam

Januari – Juni, 17 Kapal Ikan Malaysia Ditangkap KKP

Cara Mengurangi Laju Intrusi Air Laut di Jakarta

Program SMART-Fish Beri Keuntungan Bagi Pembudidaya Ikan

Perubahan Iklim, Sejak 1980 Suhu Tidak Pernah Turun

PBB Meningkatkan Bantuan Untuk Korban Gempa Bumi di Afghanistan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.