Darilaut – Peningkatan kesadaran masyarakat akan kesehatan berpengaruh pula pada penggunaan obat herbal yang sudah dimanfaatkan secara turun menurun di Indonesia.
“Hal ini dilakukan oleh masyarakat tentunya karena khasiatnya sudah terbukti dapat menyembuhkan penyakit, lebih murah, dan efek sampingnya juga lebih kecil, bahkan hampir tidak ada,” kata Kepala Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional (PR BBOOT) Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sofa Fajriah, pada Kamis (12/10).
Dalam Webinar Bincang Riset VII mengusung tema Tumbuhan dan Ramuan Tradisional untuk Kesehatan Masyarakat, Sofa mengatakan, Indonesia dengan biodiversitas yang sangat tinggi mempunyai potensi besar untuk pengembangan obat dari produk bahan alam.
Tumbuhnya keinginan masyarakat untuk Back to Nature tentu mendorong pemanfaatan herbal.
Utamanya untuk kesehatan serta membutuhkan penguatan kajian, studi, dan penelitian herbal oleh para ilmuwan.
Peneliti Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional BRIN, Suharmiati, menjelaskan, etnofarmakologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kegunaan tanaman yang memiliki efek farmakologi.
Di samping itu memiliki hubungan dengan pengobatan dan pemeliharaan kesehatan oleh masyarakat atau suku.
Menurut Suharmiati, kencing manis atau Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolisme yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah.




