Darilaut – Peristiwa banjir bandang menerjang Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, Senin (5/1) dini hari.
Banjir tersebut mengakibatkan menyebabkan sembilan orang meninggal dunia dan lima orang hilang.
Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bencana yang terjadi pada Senin pukul 02.30 Wita berada di Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, dan Siau Barat.
Insiden terjadi setelah hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama.
Banjir ini membawa material batuan dan lumpur memenuhi jalanan dan meluber hingga bangunan warga.
Berdasarkan laporan dari tim di lapangan, pada Senin siang ini (5/1) banjir telah surut. Meskipun demikian, jaringan listrik dan telekomunikasi di wilayah terdampak terputus.
Data sementara yang dikumpulkan oleh tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Sitaro tercatat rincian korban jiwa antara lain sembilan orang meninggal dunia, lima orang dalam pencarian, 17 orang mengalami luka-luka, dan 102 jiwa mengungsi di gedung GMIST Bethbara.
Lima unit rumah dilaporkan hilang atau hanyut. Kerugian material lainnya masih dalam pendataan.
Hingga saat ini, tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan masih melakukan evakuasi dan pencarian korban yang dilaporkan hilang.




