Darilaut – Tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menemukan bahwa pemanfaatan dana desa untuk meningkatkan ketahanan pangan di Provinsi Gorontalo masih belum optimal dan menghadapi hambatan signifikan.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal internasional Agrekon Volume 64 Tahun 2025. Riset dengan judul “Analysing the Ineffectiveness of Village Fund Utilisation in Improving Food Security” tersebut melibatkan dosen UNG, yaitu Sukarman Kamuli, Yowan Tamu, Sastro M. Wantu, dan Yanti Aneta, berkolaborasi dengan Mustaqim Pabbajah dari Universitas Teknologi Yogyakarta dan Irwan Abdullah dari Universitas Gadjah Mada.
Melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen selama empat bulan, tim peneliti melakukan kajian terhadap pengelolaan dana desa di tiga lokasi penelitian, yakni Desa Langge di Kabupaten Bone Bolango, Desa Pulubala di Kabupaten Gorontalo, dan Desa Buntulia di Kabupaten Pohuwato.
Penelitian ini berupaya melihat sejauh mana alokasi dana desa yang minimal 20 persen diarahkan untuk ketahanan pangan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa program ketahanan pangan yang didukung dana desa masih belum berjalan efektif.
Hal ini karena sejumlah factor, pertama, adanya ketidakakuratan dalam pendataan penerima bantuan, termasuk tumpang tindih penerima, distribusi tidak tepat sasaran, hingga warga berhak yang belum terdaftar.




