Darilaut – Bibit Siklon Tropis 96S (Tropical Low 24U) di dekat Kepulauan Cocos (Keeling) dapat berdampak gelombang tinggi di selatan Jawa.
Bibit 96S terletak 456 km barat laut Kepulauan Cocos atau 1010 km barat daya Pulau Enggano, Bengkulu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan Bibit Siklon Tropis 96S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga tanggal 14 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.
Dampak tersebut berupa tinggi gelombang kategori Sedang (1,25 – 2,5 m) di Samudera Hindia Barat Kepulauan Nias hingga Lampung dan Samudera Hindia selatan Banten.
Tinggi gelombang kategori tinggi(2,5 – 4 m) di Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga DI Yogyakarta, kata BMKG.
Bibit Siklon Tropis 96S terbentuk pada Jumat (13/2) pukul 13.00 WIB di dalam wilayah tanggungjawab Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta. Analisis TCWC, kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini 15 knot (30 km per jam) dengan tekanan udara minimum 1007 hPa (hektopaskal).
Berdasarkan analisis animasi citra satelit Himawari dalam 12 jam terakhir menunjukkan aktivitas konvektif yang fluktuatif dan belum terorganisir.
Bibit Siklon Tropis 96S didukung oleh kondisi lingkungan seperti aktifnya gelombang atmosfer (Low Frequency, MJO, dan equatorial Rossby) kelembapan udara tinggi di setiap lapisan udara, dan suhu muka laut yang hangat (28-30oC).




