Darilaut – Dua siklon tropis (tropical cyclone), Fytia dan Gezani, secara berturut menghantam Pulau Madagaskan mengakibatkan 400 ribu orang menghadapi kebutuhan kemanusiaan yang akut.
Sebelum badai siklon menerjang sedikitnya 1,57 juta orang mengalami kerawanan pangan di seluruh negeri, termasuk 84.000 orang kelaparan darurat.
Program Pangan Dunia PBB atau UN World Food Programme (WFP) mengatakan sekitar 10 hari setelah Siklon Tropis Fytia membawa hujan lebat dan banjir ke Madagaskar, Siklon Gezani telah menghancurkan pelabuhan utama pulau itu.
“Skala kehancurannya benar-benar luar biasa,” kata Direktur WFP Tania Goossens, seperti dikutip dari UN News.
“Tidak ada air dan salah satu gudang WFP dan kantor kami juga hancur total selama siklon.”
Berbicara kepada wartawan dari ibu kota Madagaskar, Antananarivo, Goossens, mengatakan 80 persen kota telah mengalami kerusakan dan bahwa kota tersebut “saat ini hanya beroperasi dengan sekitar lima persen listrik.”
Sedikitnya 40 orang tewas dan 374 orang terluka.
Goossens baru-baru ini kembali dari misi ke kota pelabuhan Toamasina (juga dikenal sebagai Tamatave), pusat kota terbesar kedua di negara itu, tempat Gezani mendarat pada Selasa (10/2) malam dengan kecepatan angin hingga 250 kilometer per jam.




