Darilaut – Ekosistem padang lamun berada dalam bahaya, setiap 30 menit padang lamun hilang seluas lapangan sepak bola. Diperkirakan 7 persen padang lamun hilang di seluruh dunia setiap tahunnya.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan 1 Maret sebagai Hari Lamun Sedunia (World Seagrass Day) untuk meningkatkan kesadaran tentang ancaman terhadap ekosistem lamun.
Melansir Unep.org, berikut lima cara mengejutkan lamun dapat melindungi satwa liar, memberi manfaat bagi manusia, dan membantu meletakkan dasar bagi masa depan yang lebih berkelanjutan.
1. Lamun Tempat Perlindungan Spesies Laut
Padang lamun merupakan tempat pembibitan bagi 20 persen perikanan terbesar di dunia, menurut laporan tahun 2020 dari dari Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) dan mitranya yang berjudul Out of the Blue: The Value of Seagrass to the Environment and to People.
Kelangsungan hidup banyak spesies, seperti penyu, kuda laut, manatee, dan dugong, bergantung pada padang lamun ini.
Berkat kanopi bawah lautnya yang berdaun, lamun juga menyediakan tempat berlindung bagi banyak invertebrata kecil, seperti kepiting dan udang, serta banyak spesies alga dan bakteri.
2. Padang Lamun Menyaring Air untuk Terumbu Karang
Sering disebut sebagai ‘penyaring air alami’, padang lamun digambarkan sebagai ekosistem super dalam laporan Out of the Blue. Padang lamun membantu membersihkan air dengan menjebak sedimen kaya karbon dan menyerap nutrisi serta patogen. Sistem yang didominasi lamun mengoksigenasi air melalui fotosintesis, meningkatkan kualitas air dan mendorong pertumbuhan terumbu karang.




