Darilaut – Gempa bumi dahsyat di lepas pantai Saranggani, Mindanao, Filipina Selatan, menewaskan 15 orang, pada Senin (8/6) pagi.
Melansir AFP, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 menewaskan sedikitnya 15 orang, meruntuhkan bangunan, dan memicu peringatan tsunami di sebagian wilayah Asia Tenggara dan Pasifik. Pihak berwenang memerintahkan penduduk pesisir untuk mengungsi dan tim penyelamat mencari korban di tengah gempa susulan yang kuat.
Pihak berwenang Filipina mendesak warga di wilayah pesisir yang terkena dampak untuk pindah ke tempat yang lebih tinggi setelah gempa lepas pantai tersebut melanda selatan General Santos, sebuah kota dengan sekitar 720.000 penduduk.
Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) melaporkan mayoritas anggota Senat akan mengunjungi daerah-daerah yang terdampak gempa bumi di Mindanao.
Prioritas utama pemerintah adalah menyelamatkan nyawa, terutama di tengah laporan awal mengenai kerusakan bangunan, terganggunya layanan utilitas, dan peringatan tsunami.
Sementara itu, kegiatan belajar mengajar di semua tingkat dihentikan di sekolah-sekolah yang terdampak gempa di sebagian Mindanao.
Departemen Pendidikan Filipina pada hari Senin mengatakan sebagian besar sekolah telah menangguhkan kelas sesuai dengan arahan PBBM.




