Sabtu, Oktober 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Efektivitas Restorasi Terumbu Karang dengan Memastikan Fungsi Ekosistemnya Pulih

redaksi
24 Juli 2026
Kategori : Berita
0
Efektivitas Restorasi Terumbu Karang dengan Memastikan Fungsi Ekosistemnya Pulih

Restorasi terumbu karang. FOTO: ZACH BOAKES/BRIN

Darilaut – Evaluasi keberhasilan restorasi terumbu karang lebih banyak bertumpu pada indikator yang mudah diamati, di antaranya adalah pertumbuhan dan tutupan karang.

Padahal, efektivitas terumbu buatan yang lebih penting dengan memastikan fungsi ekosistemnya benar-benar pulih.

”Penelitian ini memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat untuk mengevaluasi efektivitas restorasi sekaligus mendukung penyusunan strategi konservasi yang lebih berkelanjutan,” kata peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer (PRIMA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Zach Boakes.

Hal ini disampaikan dalam Coffee Morning yang diselenggarakan PRIMA BRIN, secara daring pada Jumat (10/7).

Zach, peneliti pascadoktoral asal Inggris menjelaskan hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal Marine Biology.

Untuk menjawab pertanyaan mengenai efektivitas terumbu buatan dalam mengembalikan kehidupan bawah laut seperti pada terumbu karang alami, tim peneliti melakukan studi di Teluk Tianyar, Bali Utara.

Penelitian tersebut berlangsung selama lima tahun, mulai 2020 hingga 2024. 

Tim peneliti membandingkan tiga tipe habitat, yaitu terumbu karang alami, kawasan terumbu buatan, dan dasar laut berpasir yang merupakan bekas terumbu karang yang telah mengalami degradasi.

Untuk mengamati komunitas ikan, peneliti menggunakan metode Remote Underwater Video (RUV) atau kamera bawah air yang merekam aktivitas ikan tanpa mengganggu perilaku alaminya.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINRestorasi Terumbu KarangZach Boakes
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

UNG Perkuat Tata Kelola Keuangan

Next Post

Restorasi Terumbu Karang Memerlukan Data Jangka Panjang

Postingan Terkait

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

24 Oktober 2026
Topan Super Champi Mendekati Timur Taiwan

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

24 Oktober 2026

Waspada Bulan Purnama Hunter’s Moon Tanggal 26 Oktober

Topan Champi Terletak di Dekat Taipei

Potensi Hujan Tidak Merata

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

Kualitas Udara Palangkaraya Masih Kategori Berbahaya, Termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah

Topan Super Champi Sedikit Melemah di Timur Taiwan

Next Post
Restorasi Terumbu Karang Memerlukan Data Jangka Panjang

Restorasi Terumbu Karang Memerlukan Data Jangka Panjang

TERBARU

Mengindari Lonjakan Suhu dan Meminimalkan Dampak Perubahan Iklim

Topan Champi Menyebabkan Kantor dan Sekolah Tutup di Taiwan, Penerbangan Dibatalkan

Waspada Bulan Purnama Hunter’s Moon Tanggal 26 Oktober

Topan Champi Terletak di Dekat Taipei

Potensi Hujan Tidak Merata

El Niño Sangat Kuat, 6.900 Titik Panas di Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Papua Selatan

AmsiNews

REKOMENDASI

Tiba di Pulau Honshu Topan Nanmadol Melemah, Bergerak Menuju Laut Jepang

Peraturan Tentang Awak Kapal Perikanan Indonesia di Luar Negeri Belum Dirumuskan

Benar, Klaim Ganjar Pranowo soal Anggaran Pertahanan Indonesia Belum Mencapai 1-2 persen Dari PDB

Literasi Produk Kelautan yang Aman Dikonsumsi

20 Tewas dan 2 Hilang Akibat Bencana Hidrometeorologi di Sumatra Utara Menewaskan

Ratusan Nelayan Penangkap Ikan Tuna di Gorontalo Belum Melaut

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.