Darilaut – Sebanyak 2403 unit rumah mengalami kerusakaan akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pagi. Sementara kerusakan pada bangunan lain untuk fasilitas publik 213.
Upaya pendataan terus dilakukan petugas gabungan bersamaan dengan gempa susulan 995 kali hingga Minggu (16/8) sore. Gempa yang dapat dirasakan sejak gempa utama M 7,7 sebanyak 46 kali.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Minggu sore total rumah rusak berat di NTT mencapai 1.543 unit, rusak sedang 328 unit, dan rusak ringan 532 unit.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 87 unit, tempat ibadah 50 unit, kantor pemerintahan 76 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.
Data sementara Minggu sore, korban meninggal dunia 53 orang dan korban luka-luka mencapai 137 jiwa.
Pendataan warga yang mengungsi masih terus dilakukan tim gabungan. Hingga Minggu sebanyak 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, telah memberikan arahan terkait penanganan darurat pascagempa bumi M 7,7 yang melanda kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Dalam rapat koordinasi bersama seluruh jajaran kementerian/lembaga dan pemerintah daerah di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8), Kepala BNPB menetapkan delapan fokus langkah strategis yang wajib segera dieksekusi demi mempercepat evakuasi, pemenuhan logistik, hingga pemulihan awal wilayah terdampak.



