Darilaut – Fenomena El Niño yang kian menguat diperkirakan akan memengaruhi suhu, curah hujan, dan pola siklon tropis di seluruh wilayah Samudra Hindia bagian Barat Daya.
Kondisi ini dapat berdampak pada sektor-sektor yang sensitif terhadap iklim serta seluruh aspek kehidupan masyarakat.
Menurut South-West Indian Ocean Climate Outlook Forum atau Forum Prakiraan Iklim Samudra Hindia bagian Barat Daya, tidak ada satu skenario dampak tunggal bagi wilayah ini. Oleh karena itu, forum tersebut mendesak pemerintah dan masyarakat untuk bersiap menghadapi berbagai ancaman bahaya.
Melansir Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) prakiraan iklim ini mencakup periode Oktober–Desember 2026 dan Januari–Maret 2027.
Wilayah bagian selatan perlu memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kekeringan, tekanan ketersediaan air, dan risiko ketahanan pangan; wilayah utara yang lebih basah perlu bersiap menghadapi banjir dan tanah longsor. Sementara negara-negara kepulauan memerlukan pendekatan multi-bahaya yang fleksibel, mencakup antisipasi terhadap suhu ekstrem, curah hujan tinggi, dampak kelautan, serta risiko siklon tropis.
Prakiraan ini juga menyoroti potensi dampak signifikan terhadap pertanian dan ketahanan pangan, sumber daya air, kesehatan, ekosistem laut, serta perikanan.




