Darilaut – Fenomena El Niño saat ini berada pada intensitas sangat kuat, disertai Indian Ocean Dipole (IOD) yang cenderung bernilai positif, menunjukkan konsistensi berkurangnya pasokan uap air ke wilayah Indonesia.
Direktorat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mngatakan kondisi ini turut memperkuat kecenderungan atmosfer yang lebih kering di sebagian besar wilayah.
Sejalan dengan hal tersebut, pada Dasarian III Agustus 2026, sekitar 86,62% wilayah Indonesia diprediksi akan didominasi curah hujan kategori rendah (0–50 mm/dasarian).
Menurut BMKG wilayah yang termasuk dalam kategori ini meliputi sebagian besar Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Bali, NTT, NTB, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.
Sementara itu, sekitar 13,38% wilayah lainnya diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah (50–150 mm/dasarian), yaitu di sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Meskipun kondisi atmosfer Indonesia secara umum masih didominasi kondisi kering, dalam sepekan ke depan potensi hujan tetap dapat terjadi. Hal ini dipicu oleh gangguan dan dinamika atmosfer, termasuk aktivitas gelombang atmosfer, yang mendukung peningkatan suplai uap air serta perlambatan angin, kata BMKG.




