Darilaut – Sejak tanggal 1 hingga 23 Agustus jumlah titik panas di Kalimantan Timur lebih dari 13 ribu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa sebaran asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Timur (Kaltim) umumnya bergerak ke arah barat laut menuju timur laut hingga melewati batas administratif ke Kalimantan Utara dan Sabah, Malaysia.
Sementara itu, data per 20 Agustus 2026 menunjukkan wilayah Kaltim pada umumnya mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori Sangat Pendek hingga Panjang dengan durasi terpanjang di Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Paser yang mencatat Hari Tanpa Hujan selama 28 hari berturut-turut.
Modifikasi cuaca bukan membuat hujan, tetapi mengoptimalkan potensi awan yang tersedia. Apabila kondisi awan mendukung, penyemaian awan dilakukan sehingga mempercepat proses turunnya hujan serta bisa memperluas areanya, kata Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (24/8).
BMKG bersama Otorita Ibu Kota Negara (OIKN), Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Udara (TNI-AU), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kalimantan Timur melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai upaya penanggulangan defisit air di Waduk Sepaku dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).



