Berdasarkan data dari Otorita IKN, cadangan air di Waduk Sepaku yang menjadi sumber air baku bagi wilayah IKN sejak bulan Juli terus mengalami penurunan sebagai dampak dari El Nino.
Sementara berdasarkan pantauan BMKG, jumlah titik panas di Kaltim pada 1–23 Agustus 2026 mencapai 13.273 titik, meningkat 35,5 persen dibanding periode yang sama tahun 2015 ketika puncak musim kemarau yang dibarengi dengan El Nino juga terjadi.
BMKG memantau potensi pertumbuhan awan di Kaltim pada 23–31 Agustus berpotensi tinggi hingga sedang, terutama di bagian utara Kaltim. Namun demikian, terjadi penurunan potensi pertumbuhan awan pada 28–31 Agustus sehingga cuaca relatif kering di sebagian besar wilayah Kaltim.
Terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan–sedang di Kaltim bagian barat, barat laut, dan utara pada 24–26 Agustus. Selanjutnya pada 27 Agustus–1 September, potensi intensitas dan sebaran hujan menurun signifikan di sebagian besar wilayah Kaltim.
Dalam pelaksanaan OMC, BMKG bukan hanya mempertimbangkan jumlah titik api yang terdeteksi, melainkan juga potensi hujan di wilayah sasaran. Dengan demikian, OMC dilaksanakan di IKN pada 22–27 Agustus untuk mengatasi penurunan air Waduk Sepaku.
Hasilnya terlihat dengan turunnya hujan di wilayah tersebut dan sekitarnya selama dua hari ini hingga pagi tadi.



