Darilaut – Lebih dari 1.300 orang hilang di Nepal dan Tibet, termasuk 700 warga negara asing, akibat banjir dahsyat yang dipicu oleh runtuhnya gletser Himalaya, pada Rabu (26/8).
Tim penyelamat pada hari Kamis (27/8) melakukan pencarian terhadap ratusan orang yang hilang di sepanjang perbatasan Nepal-Cina setelah banjir bandang dan aliran lumpur yang mematikan menerjang sejumlah permukiman sehari sebelumnya akibat runtuhnya gletser.
Melansir The Associated Press (AP) bencana ini menewaskan sedikitnya 168 orang dan menyebabkan lebih dari 1.300 orang hilang—termasuk warga negara asing dan peziarah—serta membuat ratusan orang mengungsi di wilayah Himalaya.
Lembah-lembah curam di wilayah ini merupakan jalur ekonomi dan koridor perjalanan yang vital, namun kondisinya sangat rawan saat bencana melanda.
Hampir tidak ada waktu bagi warga untuk menyelamatkan diri.
Seorang warga bernama Jaleshwar Kumar Sahni menerima telepon pada Rabu pagi dari sebuah lokasi dekat perbatasan yang mengabarkan adanya aliran air dalam jumlah besar; tak lama kemudian, banjir bandang menghancurkan segalanya hanya dalam waktu 15 menit.
“Kami tidak memiliki apa-apa lagi,” ujarnya.
Bencana ini telah menewaskan sedikitnya 165 orang dan menyebabkan 826 orang hilang di Nepal, serta menewaskan tiga orang dan menyebabkan 558 orang hilang di Tibet-Cina, menurut keterangan pihak berwenang.



