Minggu, Oktober 11, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, Lebih Dari 1.300 Orang Hilang, 168 Tewas

redaksi
27 Agustus 2026
Kategori : Berita
0
Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, Lebih Dari 1.300 Orang Hilang, 168 Tewas

Banjir bandang dahsyat di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet-Cina akibat runtuhnya gletser Himalaya, pada hari Rabu (26/8). GAMBAR: POTONGAN VIDEO AP

Darilaut – Lebih dari 1.300 orang hilang di Nepal dan Tibet, termasuk 700 warga negara asing, akibat banjir dahsyat yang dipicu oleh runtuhnya gletser Himalaya, pada Rabu (26/8).

Tim penyelamat pada hari Kamis (27/8) melakukan pencarian terhadap ratusan orang yang hilang di sepanjang perbatasan Nepal-Cina setelah banjir bandang dan aliran lumpur yang mematikan menerjang sejumlah permukiman sehari sebelumnya akibat runtuhnya gletser.

Melansir The Associated Press (AP) bencana ini menewaskan sedikitnya 168 orang dan menyebabkan lebih dari 1.300 orang hilang—termasuk warga negara asing dan peziarah—serta membuat ratusan orang mengungsi di wilayah Himalaya.

Lembah-lembah curam di wilayah ini merupakan jalur ekonomi dan koridor perjalanan yang vital, namun kondisinya sangat rawan saat bencana melanda.

Hampir tidak ada waktu bagi warga untuk menyelamatkan diri.

Seorang warga bernama Jaleshwar Kumar Sahni menerima telepon pada Rabu pagi dari sebuah lokasi dekat perbatasan yang mengabarkan adanya aliran air dalam jumlah besar; tak lama kemudian, banjir bandang menghancurkan segalanya hanya dalam waktu 15 menit.

“Kami tidak memiliki apa-apa lagi,” ujarnya.

Bencana ini telah menewaskan sedikitnya 165 orang dan menyebabkan 826 orang hilang di Nepal, serta menewaskan tiga orang dan menyebabkan 558 orang hilang di Tibet-Cina, menurut keterangan pihak berwenang.

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: Banjir BandangBanjir NepalGletser HimalayaNepalPBBTibet
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Topan Saudel di Laut Cina Timur Diperkirakan Akan Mendarat di Pesisir Zhejiang

Next Post

Mahasiswa UNG Gelar Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Gorontalo

Postingan Terkait

Topan Koguma Pertahankan Kekuatan di Timur Tenggara Kepulauan Ogasawara Jepang

Topan Koguma Pertahankan Kekuatan di Timur Tenggara Kepulauan Ogasawara Jepang

11 Oktober 2026
Depresi Tropis Sedang Berkembang di Laut Filipina

Topan Nolo Terus Melemah Menjadi Depresi Tropis di Timur Tenggara Tokyo

11 Oktober 2026

Variasi Baru Budidaya Udang Air Payau dan Menanam Padi di Lahan yang Sama di Delta Mekong

Naiknya Permukaan Laut Diperparah El Niño di Delta Mekong

Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Masyarakat Menjauh 5 km Dari Pusat Erupsi

Media ASEAN Menyoroti Ketimpangan Posisi Tawar dengan Big Tech

Forum Jurnalis ASEAN Bahas Hak Penerbit Pers dan Mekanisme Lisensi

Definisi Karya Jurnalistik Hal Penting Dalam Pembahasan Pelindungan Hak Cipta

Next Post
Mahasiswa UNG Gelar Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Gorontalo

Mahasiswa UNG Gelar Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Gorontalo

TERBARU

Topan Koguma Pertahankan Kekuatan di Timur Tenggara Kepulauan Ogasawara Jepang

Topan Nolo Terus Melemah Menjadi Depresi Tropis di Timur Tenggara Tokyo

Variasi Baru Budidaya Udang Air Payau dan Menanam Padi di Lahan yang Sama di Delta Mekong

Naiknya Permukaan Laut Diperparah El Niño di Delta Mekong

Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Masyarakat Menjauh 5 km Dari Pusat Erupsi

Media ASEAN Menyoroti Ketimpangan Posisi Tawar dengan Big Tech

AmsiNews

REKOMENDASI

Sejarah Bunaken

Tabrak Karang di Raja Ampat, Kemenhub Periksa Kapal MV Aqua Blu

Tambang Emas Sumalata di Masa Kolonial Belanda

Perubahan Iklim Dapat Memicu Penyebaran Penyakit Tuberkulosis

Harga Rumput Laut Eucheuma di Rote Rp 20 Ribu Per Kg

Fenomena Atmosfer Memicu Hujan di Musim Kemarau

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.