Darilaut – Tim bantuan, termasuk badan-badan PBB, terus berupaya menjangkau masyarakat yang terisolasi akibat bencana banjir bandang dahsyat di Himalaya yang menerjang Nepal dan Tibet-Cina, pada Rabu (26/8).
Ratusan orang masih hilang setelah banjir dahsyat di Nepal dan Tiongkok tersebut. Badan bantuan darurat PBB telah mengucurkan dana sebesar $2 juta, serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengirimkan obat-obatan, perlengkapan, dan tenda.
Saat kabar mengenai bencana tersebut mencuat pada Rabu pagi, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyatakan solidaritasnya terhadap para korban dan keluarga yang terdampak banjir.
Runtuhnya gletser di ketinggian lembah curam Himalaya disebut-sebut sebagai kemungkinan penyebab banjir bandang dan tanah longsor mendadak yang telah menghancurkan permukiman serta menghanyutkan jembatan dan jalan raya.
Melansir UN News, Distrik Rasuwa, yang terletak sekitar 80 kilometer di utara Kathmandu di wilayah Nepal utara, terdampak sangat parah.
Wilayah ini mencakup kota Timure, Rasuwagadhi, dan Syabrubesi—destinasi pendakian populer bagi wisatawan, pendaki gunung, dan peziarah yang hendak menuju Lembah Langtang.
Wilayah tersebut juga pernah dilanda gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 pada April 2015 yang menewaskan lebih dari 8.800 orang.




