Jumat, November 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Lumba-lumba Masuk Empang di Maros, Jarak 5 Kilometer Dari Laut

redaksi
3 Mei 2021
Kategori : Berita, Orca
0
Lumba-lumba Masuk Empang di Maros, Jarak 5 Kilometer Dari Laut

Lumba-lumba yang masuk empang di Maros dilepas kembali ke laut. FOTO: KSDAE

Darilaut – Seekor lumba-lumba masuk dalam empang di Desa Marannu, Kecamatan Lau, Maros, Sulawesi Selatan. Jarak empang ini denga Laut Maros sekira 5 kilo meter.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 29 April 2021 saat air laut sedang pasang. Kejadian tersebut berawal dari laporan kader konservasi bernama Asri.

Asri melaporkan tentang adanya lumba-lumba yang terjebak di empang milik warga bernama Haris di Desa Marannu. Lumba-lumba yang masuk empang ini memiliki panjang dua meter.

Menurut Haris, jarak empang ke laut cukup jauh yakni sekitar lima kilometer. Oleh karena itu, agak mencengangkan apabila ada lumba-lumba masuk ke empang.

“Kemungkinan lumba-lumba ini melompat ke empang dari aliran sungai yang berada tepat di samping empang pada saat air laut pasang,” kata Haris.

Tim Wildlife Rescue Unit Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (KSDA) Sulawesi Selatan bersama Tim Animal Rescue, Pemadam Kebakaran Kabupaten Maros, serta BPSPL kemudian melakukan evakuasi lumba-lumba di laut Maros.

Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan lumba-lumba oleh tim WRU BBKSDA dan BPSPL Makassar, tim resque gabungan di lokasi kejadian memutuskan, evakuasi lumba-lumba ke laut dilakukan pada Jumat pagi (30/4).

Lokasi pelepasan dilakukan di laut yang berjarak 7 km dari lokasi empang tempat terdamparnya lumba-lumba.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: KSDALumba-lumbaMamalia lautSulawesi Selatan
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Longsor di Tapanuli Selatan, 8 Orang Hilang

Next Post

Catatan BMKG Mengenai Pertumbuhan Siklon Tropis di Wilayah Indonesia

Postingan Terkait

Konferensi Iklim PBB di Tengah Kekeringan, Banjir Dahsyat, Gelombang Panas dan El Niño Sangat Kuat

Konferensi Iklim PBB di Tengah Kekeringan, Banjir Dahsyat, Gelombang Panas dan El Niño Sangat Kuat

6 November 2026
Kondisi Cuaca di Indonesia Beragam, Sejumlah Wilayah Relatif Kering dan Lainnya Berpotensi Hujan Lokal

Potensi Hujan Lebat dan Kekeringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

6 November 2026

Hujan Lebat di Tengah El Niño Sangat Kuat

Pendekatan Inovatif Mengurangi Risiko Tsunami

Setiap Detik Sangat Berharga Saat Terjadi Peristiwa Tsunami

UNG dan Polda Gorontalo Perluas Ruang Kolaborasi

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Next Post
Catatan BMKG Mengenai Pertumbuhan Siklon Tropis di Wilayah Indonesia

Catatan BMKG Mengenai Pertumbuhan Siklon Tropis di Wilayah Indonesia

Komentar tentang post

TERBARU

Konferensi Iklim PBB di Tengah Kekeringan, Banjir Dahsyat, Gelombang Panas dan El Niño Sangat Kuat

Potensi Hujan Lebat dan Kekeringan di Sejumlah Wilayah Indonesia

Hujan Lebat di Tengah El Niño Sangat Kuat

Pendekatan Inovatif Mengurangi Risiko Tsunami

Setiap Detik Sangat Berharga Saat Terjadi Peristiwa Tsunami

UNG dan Polda Gorontalo Perluas Ruang Kolaborasi

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit Siklon Tropis Perpanjang Potensi Cuaca Ekstrem di Indonesia

Kapal Penyeberangan Permata Lestari V Kandas di Sofifi

Cina Luncurkan Sistem Peramalan Aerosol-Meteorologi Berbasis AI Pertama di Dunia

Indonesia Berhadapan Dengan Kompleksitas Meteorologi, Iklim dan Cuaca

Telan Plastik, Hiu Paus Mati di Pantai Sabah

Habitat Ikan Purba Raja Laut Coelacanth di Pulau Talise Akan Diusulkan Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.