Darilaut – Hasil survei Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menemukan kuda laut sebagai tangkapan sampingan dan target utama penangkapan.
Survei dilakukan di 19 provinsi dan melibatkan lebih dari 343 responden. Responden berasal dari berbagai kelompok, mulai dari nelayan, pembudidaya, penyelam, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, hingga pedagang kuda laut.
Selain untuk mendapatkan informasi dari para stakeholder, tim peneliti juga melakukan verifikasi terhadap jenis kuda laut yang telah ditemukan di lapangan.
Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sistem Biota (BRIN), Masayu Rahmia Anwar Putri menjelaskan bahwa riset yang telah dilakukan sejak 2025 hingga 2026 bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai populasi, distribusi, ekologi, penangkapan dan perdagangan kuda laut.
Hal ini disampaikan Masayu dalam lokakarya bertajuk “Penanganan Kuda Laut Hasil Sitaan” di Gedung B. J. Habibie, Jakarta, Kamis (27/8).
Menurut Masayu, data tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam penyusunan data pengelolaan kuda laut berbasis informasi ilmiah.
Hasil survei menunjukkan bahwa kuda laut masih ditemukan dalam aktivitas perikanan sebagai tangkapan sampingan dan target utama penangkapan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pentingnya pengelolaan yang mempertimbangkan aspek ekologis sekaligus kondisi masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.




