Untuk itu, BRIN mendorong penguatan pengelolaan kuda laut di Indonesia melalui riset, peningkatan kapasitas serta kolaborasi lintas stakeholder.
Melalui penguatan riset, kapasitas sumber daya manusia dan kolaborasi lintas sektor, BRIN berperan dalam menyediakan dasar ilmiah bagi pengelolaan kuda laut.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya laut di alam dan kelestarian ekosistem untuk jangka panjang.
Masayu mengatakan untuk jangka panjangnya diharapkan setiap kebijakan berbasis data dan bukti ilmiah, kemudian ada harmonisasi kebijakan antara pusat dan daerah, alat tangkapnya lebih selektif dengan tata ruang pesisir yang sudah lebih baik.
Dengan demikian, kata Masayu, pemanfaatannya akan memberikan nilai ekonomis yang baik buat masyarakat, ”serta tidak hanya dimanfaatkan secara ekstraktif tetapi juga non ekstraktif dengan adanya eduwisata.”
Kepala Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Decky Indrawan Junaedi, menjelaskan bahwa kemampuan untuk mengenali spesies menjadi salah satu dasar penting dalam pengelolaan kuda laut. Menurut Decky, informasi mengenai jenis kuda laut perlu dipastikan sejak awal agar data yang digunakan dalam pengelolaan dan konservasi dapat lebih akurat.
“Pengenalan spesies ini menjadi yang paling utama dan paling pokok,” kata Decky seperti dikutip dari Brin.go.id.




