Darilaut – Dalam sepekan ke depan, akhir September hingga awal Oktober curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan masih berada pada kategori rendah hingga menengah. Sementara kondisi iklim global saat ini masih menunjukkan El Niño masih Sangat Kuat.
Peristiwa El Niño Event kategori Sangat Kuat tersebut dengan nilai SOI sebesar -20,3 dan indeks NINO3.4 sebesar +2,51.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan kondisi tersebut secara umum mengurangi potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Selain itu, nilai rata-rata mingguan Dipole Mode Index (DMI) sebesar +0,7 menunjukkan dominasi massa udara di Samudra Hindia yang bergerak menjauhi wilayah Indonesia, sehingga berpotensi mengurangi suplai uap air secara signifikan dari wilayah Indonesia bagian barat.
Sejalan dengan kondisi tersebut, menurut Direktorat Meteorologi Publik BMKG, pada periode akhir September hingga awal Oktober 2026, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan masih berada pada kategori rendah hingga menengah, sekitar 0–150 mm per dasarian.
Curah hujan kategori rendah terutama masih mendominasi sebagian Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.
Meskipun demikian, sejumlah dinamika atmosfer yang dapat meningkatkan pembentukan awan hujan secara regional diprediksi aktif dalam beberapa hari ke depan. Pada 22–23 September 2026, aktivitas MJO secara spasial diprakirakan melintasi sebagian besar Sumatera.



