Senin, Oktober 12, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kamboja Memiliki Risiko Tinggi Mengalami Kekeringan Parah Selama Siklus El Niño

redaksi
12 Oktober 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Kamboja Memiliki Risiko Tinggi Mengalami Kekeringan Parah Selama Siklus El Niño

Di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, fenomena El Niño menyebabkan keterlambatan musim hujan dan memperparah kondisi kekeringan. FOTO: FAO

Darilaut – Bulan Juni 2026 —berdasarkan data pengamatan satelit selama 41 tahun sebagai bagian dari Sistem Indeks Stres Pertanian (ASIS)— Organisasi Pangan dan Pertanian PBB atau Food and Agricultural Organization of the United Nations (FAO) mengidentifikasi bahwa Kamboja memiliki risiko tinggi mengalami kekeringan parah selama siklus El Niño.

FAO memperkirakan bahwa 127.300 hektar lahan pertanian dan padang penggembalaan di Kamboja kemungkinan akan terdampak El Niño.

Data semacam ini dapat membantu mengidentifikasi lokasi yang paling membutuhkan layanan pemantauan dan pemberian saran. Hal ini memberikan dasar bagi berbagai proyek dan pemerintah untuk menilai dampak El Niño yang kuat terhadap petani serta menentukan di mana tindakan dini dapat memberikan manfaat terbesar.

Di Kamboja, sebuah inisiatif sedang membantu masyarakat menghadapi ketidakpastian tersebut. Proyek PEARL, yang dilaksanakan oleh FAO bersama pemerintah Kamboja dan didanai oleh Green Climate Fund (GCF), memadukan informasi iklim, peringatan dini, dan langkah-langkah praktis untuk membantu petani mengelola dampak kekeringan.

Melalui Sekolah Lapangan Petani dan lokasi percontohan, PEARL mengajarkan masyarakat cara-cara praktis untuk menghadapi kondisi yang lebih kering. Metode ini mencakup penggunaan tanaman penutup tanah untuk menjaga kelembapan tanah, pembuatan tanggul lahan untuk menampung air, serta penyesuaian kalender tanam guna mengurangi dampak kekeringan.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: El NiñoKambojaKekeringan
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Kekeringan Akibat El Niño Menghantam Kamboja

Postingan Terkait

Kekeringan Akibat El Niño Menghantam Kamboja

Kekeringan Akibat El Niño Menghantam Kamboja

12 Oktober 2026
Inflasi Provinsi Gorontalo September 2026 Naik Menjadi 5,46 Persen

Inflasi Provinsi Gorontalo September 2026 Naik Menjadi 5,46 Persen

12 Oktober 2026

Banjir Merendam Aceh Tenggara, Gayo Lues dan Kota Padang

Topan Koguma Pertahankan Kekuatan di Timur Tenggara Kepulauan Ogasawara Jepang

Topan Nolo Terus Melemah Menjadi Depresi Tropis di Timur Tenggara Tokyo

Variasi Baru Budidaya Udang Air Payau dan Menanam Padi di Lahan yang Sama di Delta Mekong

Naiknya Permukaan Laut Diperparah El Niño di Delta Mekong

Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Masyarakat Menjauh 5 km Dari Pusat Erupsi

TERBARU

Kamboja Memiliki Risiko Tinggi Mengalami Kekeringan Parah Selama Siklus El Niño

Kekeringan Akibat El Niño Menghantam Kamboja

Inflasi Provinsi Gorontalo September 2026 Naik Menjadi 5,46 Persen

Banjir Merendam Aceh Tenggara, Gayo Lues dan Kota Padang

Topan Koguma Pertahankan Kekuatan di Timur Tenggara Kepulauan Ogasawara Jepang

Topan Nolo Terus Melemah Menjadi Depresi Tropis di Timur Tenggara Tokyo

AmsiNews

REKOMENDASI

Berburu Cangkang, Tingkah Laku Khas Kelomang

Dilarang Beredar, Karya Pramoedya Ananta Toer Tetap Populer di Kalangan Generasi Muda

Investigasi Dugaan Eksploitasi 14 ABK Indonesia di Kapal Cina Berlanjut

Harga Tuna Bervariasi, Tertinggi di Jakarta, Terendah di Ambon

BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Akhir Tahun

Uni Eropa Melarang Penggunaan TikTok

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.