Jakarta – Latihan Penanggulangan Tumpahan Minyak atau Regional Marine Pollution Exercise (Marpolex) awal Juli ini di Davao Filipina, telah berlangsung sejak 1986. Regional Marpolex ini dilaksanakan secara bergantian setiap dua tahun sekali.
Regional Marpolex 2019 merupakan latihan bersama ke-21, dengan melibatkan tim lokal, tim daerah, dan tim nasional serta perwakilan dari Philipine Coast Guard dan Japan Coast Guard.
Latihan ini antara lain menguji kesiapsiagaan personil dan peralatan dalam penanggulangan tumpahan minyak. Menguji prosedur, alur komando, komunikasi dan organisasi operasi penanggulangan tumpahan minyak dengan melibatkan seluruh kapasitas nasional dan juga bantuan negara tetangga.
Menurut Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Direktirat Jenderal Perhubungan Laut, Ahmad, pelatihan tumpahan minyak rutin dilaksanakan setiap tahunnya untuk skala nasional dan dua tahun sekali dilakukan bersama Filipina secara bergiliran untuk skala regional.
Dalam kegiatan kali ini, KPLP mengirimkan tiga kapal patroli Indonesian Sea and Coast Guard (ISCG) milik Kementerian Perhubungan. Masing-masing KN Sarotama-P112 dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban, KN Gandiwa-P118 dari Pangkalan PLP Kelas II Bitung dan KN Kalawai-P.117 dari Pangkalan PLP Kelas II Tual.





Komentar tentang post