Darilaut – Sebanyak 10 orang tewas dan lebih dari 147 ribu orang terkena dampak badai tropis (Tropical Storm) Yagi di Filipina.
Yagi, badai tropis dengan nama lokal Filipina “Enteng” berkembang dari Samudra Pasifik bagian barat tersebut kemudian mendarat di Pulau Luzon. Saat ini, Yagi mengarah ke Pulau Hainan, Cina, dan Vietnam.
Melansir kantor berita Filipina, PNA, Wakil Presiden Filipina Sara Duterte mendesak para pendukungnya untuk mengalihkan sumbangan untuk Kantor Wakil Presiden (OVP) kepada warga Filipina yang terkena dampak serangan Badai Tropis Enteng.
Duterte menyampaikan ucapan terima kasih kepada pendukungnya yang berencana untuk memberikan sumbangan.
Karena efek siklon tropis Enteng, “kami mendesak siapa pun yang ingin menyumbang untuk memberikannya kepada sesama orang Filipina yang sangat terkena dampak hujan lebat dan banjir,” ujarnya.
Duterte juga mendesak para pendukungnya untuk memanfaatkan sumber daya mereka untuk kesejahteraan keluarga mereka, terutama di saat inflasi meningkat.
“Kami juga ingin memberi tahu semua orang bahwa lebih penting untuk memprioritaskan diri sendiri dan kesejahteraan keluarga Anda,” katanya.
Ketua DPR Martin Romualdez juga telah memfasilitasi pemberian bantuan keuangan PHP390 juta kepada warga miskin yang terkena dampak Badai Tropis Enteng.
Romualdez mengatakan PHP10 juta akan didistribusikan kepada keluarga di 39 distrik yang terkena dampak banjir besar di Metro Manila dan Calabarzon.
Hingga Selasa siang, menurut Dewan Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nasional (NDRRMC), sebanyak 37.867 keluarga atau 147.024 orang dilaporkan terkena dampak Enteng, menyebabkan 10 orang tewas dan 10 lainnya terluka.
Dari jumlah tersebut, 8.866 keluarga atau 38.058 orang dibantu di 218 pusat evakuasi sementara 411 keluarga atau 1.756 orang dibantu di luar pusat tersebut.
Setidaknya 17 rumah dilaporkan rusak di Bicol, Visayas Barat, dan Visayas Tengah.
NDRRMC mengatakan tujuh dari 10 korban jiwa berasal dari Calabarzon, dua dari Visayas Tengah, dan satu dari Visayas Barat.
Sementara itu, 10 orang terluka di Visayas Tengah.
Dewan mengatakan laporan korban ini masih menjalani validasi.
