10 Perampokan di Selat Singapura, Komunitas Maritim Diingatkan untuk Waspada

Sejak Januari hingga 21 Februari 2022 telah terjadi 10 insiden perampokan di Selat Singapura. Empat insiden terjadi di Indonesia yakni di Nongsa Point Pulau Batam tanggal 8, 16, 17 dan 18 Februari, serta di lepas pantai Pulau Bintan pada 8 Januari dan 12 Februari. GAMBAR: RECAAP ISC/RECAAP.ORG

Darilaut – ReCAAP ISC mengingatkan kepada komunitas maritim tentang situasi di Selat Singapura. Sejak Januari 2022 hingga 21 Februari telah terjadi 10 insiden perampokan laut.

ReCAAP ISC menyarankan untuk meningkatkan kewaspadaan karena insiden perampokan bersenjata terhadap kapal terus terjadi.
Dari 10 insiden perampokan tersebut, sembilan kejadian aktual di atas kapal dan satu percobaan.

ReCAAP ISC (Regional Cooperation Agreement on Combating Piracy and Armed Robbery against Ships in Asia – Information Sharing Centre) adalah pusat untuk berbagi informasi melalui Perjanjian Kerjasama Regional tentang Pemberantasan Pembajakan dan Perampokan Bersenjata terhadap Kapal di Asia, yang berdiri sejak 2006.

ReCAAP ISC mengingatkan tentang Insiden Perampokan Laut di Selat Singapura dalam laporan “Sea Robbery Incidents in the Singapore Strait” Senin (21/2).

“Karena pelaku tidak ditangkap, ada kemungkinan insiden di Selat Singapura masih berlanjut,” tulis ReCAAP ISC.

Untuk itu, ReCAAP ISC mendesak negara-negara pesisir untuk meningkatkan patroli dan penegakan hukum di laut teritorial/ perairan kepulauan masing-masing.

Selain itu, memajukan kerja sama dan koordinasi di antara negara-negara pesisir dalam patroli dan berbagi informasi tentang insiden dan kelompok kriminal yang terlibat untuk menangkap pelaku.

Sejak Januari 2022, menurut ReCAAP ISC terjadi 10 insiden. Di antara kejadian tersebut, tujuh insiden terjadi di jalur timur dari Traffic Separation Scheme (TSS), satu insiden di jalur barat, satu insiden di area pencegahan dan satu insiden di luar TSS.

Dari tujuh insiden, empat insiden terjadi di Nongsa Point, Pulau Batam (Indonesia) pada tanggal 8, 16, 17 dan 18 Februari.

Tiga insiden lainnya terjadi di lepas pantai Tanjung Pergam, Pulau Bintan (Indonesia) pada 8 Januari dan 12 Februari.

Dari 10 insiden, dua insiden melaporkan para pelaku bersenjatakan pisau. Namun, tidak ada laporan tentang penggunaan pisau untuk mengancam atau melukai awak kapal.

Tidak ada awak kapal yang terluka di semua insiden tersebut.

Namun, suku cadang mesin dicuri dalam satu insiden. Sementara tidak ada yang dicuri dalam delapan insiden lainnya.

ReCAAP ISC menyarankan agar semua kapal meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kewaspadaan saat transit area. Terutama pada malam hari dengan mengadopsi langkah-langkah pencegahan dan segera melaporkan semua kejadian ke negara pantai terdekat.

Nakhoda dan awak kapal juga disarankan untuk mengakses informasi terbaru di www.recaap.org, mendengarkan nasihat dan siaran navigasi yang diumumkan oleh negara-negara pesisir.

Exit mobile version