Darilaut – Penelitian pusaran arus laut di Indonesia masih jarang dilakukan di Indonesia. Salah satunya Eddy, struktur arus laut yang berputar dan hubungannya dengan fenomena El Niño-Southern Oscillation (ENSO).
Selama 10 tahun, sejak 2016, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Widodo Setiyo Pranowo, telah melakukan riset pusaran arus laut dan mengembangkan riset pemantauan laut berbasis satelit.
Perjalanan riset yang dimulai pada 2016 ini memperlihatkan perkembangan kajian oseanografi, dari identifikasi karakteristik pusaran hingga pemanfaatan data satelit untuk mengestimasi energi pusaran laut sebagai bagian dari pengembangan pemantauan laut cerdas.
Eddy merupakan struktur arus laut yang berputar atau berpusar secara relatif koheren. Pusaran ini dapat bertahan selama beberapa hari hingga berbulan-bulan.
Pusaran arus laut ini berskala puluhan hingga ratusan kilometer yang berperan dalam memindahkan energi, panas, garam, dan nutrien. Fenomena ini tidak hanya memengaruhi kondisi fisik laut, tetapi juga berkaitan dengan produktivitas perairan, persebaran ikan, hingga keselamatan pelayaran.
”Pembentukannya dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain ketidakstabilan arus, perbedaan densitas massa air, interaksi arus dengan topografi dasar laut, serta dorongan angin,” ujar Prof. Widodo, seperti dikutip dari Brin.go.id.




