13 Kecamatan Diterjang Tsunami di Pandeglang, 267 Meninggal Dunia

Tsunami Selat Sunda

FOTO: SUSI AIR

Jakarta – Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 13 kecamatan di Kabupaten Pandeglang terdampak terjangan tsunami Selat Sunda. Lokasi ini paling parah mengalami kerusakan.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, daerah ini merupakan kawasan wisata pantai dengan fasilitas hotel dan vila yang banyak berderet di sepanjang pantai.

Apalagi saat kejadian tsunami, libur panjang, sehingga banyak wisatawan menginap di hotel dan penginapan. Tidak adanya peringatan dini tsunami juga menyebabkan jatuh korban yang cukup banyak karena masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk evakuasi.

Tsunami melanda pantai di kecamatan Carita, Panimbang, Cigeulis, Sumur, Labuan, Tanjung Lesung dan Cibaliung. Kemudian diCimanggu, Pagelaran, Bojong, Jiput, Menes dan Pulau Sangiang.

Di Pandeglang, tercatat 267 orang meninggal dunia, 1.143 orang luka-luka, 38 orang hilang, 473 unit rumah rusak, 350 unit perahu dan kapal rusak, 60 unit warung dan toko rusak, 84 mobil rusak dan 49 sepeda motor rusak.

Jumlah pengungsi yang semula 11.453 orang, saat ini berkurang menjadi 5.361 orang.

Berkurangnya pengungsi karena sebagian sudah kembali ke rumahnya. Warga setempat mengungsi karena adanya isu tsunami susulan.

Di Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang telah berhasil dijangkau petugas. Sebelumnya akses terbatas karena adanya kerusakan jalan dan jembatan.

Petugas dan alat berat sudah beroperasi di Sumur. Tercatat 36 orang meninggal dunia dan 476 orang luka di Sumur. Evakuasi akan dilanjutkan Selasa (25/12) pagi ini.

Di Kabupaten Serang, daerah yang terdampak adalah Kecamatan Anyer dan Cinangka. Tercatat 29 orang meninggal dunia, 62 orang luka-luka, 68 orang hilang dan 40 unit rumah rusak.

Posko Tanggap Darurat didirikan di Puskesmas Cinangka Jl. Raya Karang Bolong Km 139 Kabupaten Serang.*

Exit mobile version