Darilaut – Sebanyak 19 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2024 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) lolos pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Program ini dibuka Kemendikbudristek sejak Februari 2024, diikuti mahasiswa program vokasi dan sarjana (D3, D4 dan S1) yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) dan lingkungan Kemendikbudristek.
Melalui Sistem Informasi Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Simbelmawa), Kemendikbudristek pada tanggal 19 April, resmi mengumumkan proposal PKM yang dinyatakan lolos skema pendanaan.
Melalui PKM, mahasiswa yang membentuk tim 3-5 orang dapat mengajukan proposal proyek-proyek mereka untuk mendapatkan dukungan dan pendanaan.
Selain itu, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mempresentasikan hasil-hasil karya mereka dalam berbagai forum kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
“Bersyukur bisa lolos,” kata Aldevi Adam, salah satu ketua tim yang berhasil lolos proposal, Rabu (24/4).
Menurut Aldevi, program ini dapat mengangkat isu-isu dari masyarakat dan menjadi solusi atas beberapa masalah yang dialami di lingkungan Masyarakat.
Aldevi dan tim mahasiswa lolos proposal dengan judul “Inovasi Ramuan “Langgilo” sebagai Granul Aromatic Fresh Pewangi Pakaian untuk Mempertahankan Tradisi Budaya Gorontalo”.
Program ini dapat melatih dari segi pengetahuan tetapi juga secara kreativitas dan penggunaan inovasi teknologi yang ada.
PKM dirancang untuk mendorong mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi di berbagai bidang, seperti penelitian, pengabdian kepada masyarakat, teknologi, seni, dan kewirausahaan.
Adapun jumlah proposal yang masuk kurang lebih 45 ribu tim dari seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di Indonesia.
19 proposal mahasiswa UNG lolos, meliputi 12 proposal PKM bidang Kewirausahaan (PKM-K), 4 Proposal PKM bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), 2 proposal PKM bidang Riset Eksakta, dan 1 proposal bidang PKM bidang Penerapan Iptek (PKM-PI).
Sementara untuk sebaran fakultas, 13 proposal berasal dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK), 3 proposal Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 2 proposal Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) dan 1 proposal dan Fakultas Kedokteran (FK).
Selain mendapatkan pendanaan untuk menciptakan produk sesuai dengan proposal yang diajukan, mahasiswa yang lolos pendanaan PKM juga mendapatkan keuntungan berupa rekognisi program KKN dan rekognisi SKS.
Benefit tersebut bisa mencapai bebas skripsi apabila mahasiswa mampu lolos dan meraih medali di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) nanti. (Firgitha Desya Padja)
