Naiknya permukaan laut, mengancam keberadaan masyarakat pesisir dan terkadang seluruh negara, telah dipicu tidak hanya oleh mencairnya gletser dan lapisan es di Greenland dan Antartika, tetapi juga oleh perluasan volume lautan akibat panas.
WMO mencatat bahwa pemanasan laut “sangat tinggi dalam dua dekade terakhir”.
Konsekuensi yang Mematikan
Laporan tersebut mengkaji banyak dampak sosio-ekonomi akibat cuaca ekstrem, yang mendatangkan malapetaka pada kehidupan orang-orang yang paling rentan di seluruh dunia.
Lima tahun berturut-turut kekeringan di Afrika Timur, bersama dengan faktor-faktor lain seperti konflik bersenjata, telah membawa kerawanan pangan yang menghancurkan bagi 20 juta orang di seluruh wilayah tersebut.
Banjir besar di Pakistan yang disebabkan oleh curah hujan tinggi pada Juli dan Agustus tahun lalu menewaskan lebih dari 1.700 orang, sementara sekitar 33 juta orang terkena dampaknya.
WMO juga menyoroti bahwa total kerusakan dan kerugian ekonomi diperkirakan mencapai $30 miliar, dan pada Oktober 2022, sekitar 8 juta orang telah mengungsi akibat banjir.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa selain membuat banyak orang berpindah, sepanjang tahun, peristiwa yang berhubungan dengan iklim dan cuaca yang berbahaya “memperburuk kondisi” bagi banyak orang. Sedikitnya 95 juta orang sudah tinggal di pengungsian.





Komentar tentang post