Jika dilihat dari volume perdagangan Indonesia-Malaysia khususnya di kawasan Dumai – Malaka yang lebih banyak dibandingkan dengan Bitung – Davao/Gensan.
Untuk implementasi, RoRo Dumai-Malaka ini dapat mengambil banyak pelajaran dari implementasi RoRo Bitung-Davao/General Santos. Walaupun telah terbentuk konektivitas angkutan darat antara Malaysia dan Thailand dalam mendukung perdagangan lintas batas, namun masih ditemui beberapa kendala terkait pelayanan bea cukai ataupun perizinan, khususnya di perbatasan Malaysia Utara dan Thailand Selatan.
“Hambatan yang sama juga mungkin saja terjadi antara Indonesia dan Malaysia dalam implementasi RoRo Dumai – Malaka. Misalnya dalam hal birokrasi lintas batas yang rumit, SOP Customs, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) yang belum jelas, dan belum adanya peraturan yang mengatur tentang transportasi darat yang belum terharmonisasi dan belum berstandar,” kata Wisnu.
Sementara untuk kesiapan pelabuhan, terdapat beberapa pilihan dermaga terminal penumpang yang akan digunakan, yaitu dermaga A yang dikelola oleh PT (Persero) Pelindo I Cabang Dumai atau menggunakan Terminal Bandar Sri Junjungan yang dikelola Pemerintah Kota Dumai. Hasilnya nanti akan ditentukan melalui assessment terhadap kemampuan fasilitas dermaga dan terminal.





Komentar tentang post