231.104 Calon Mahasiswa Lulus SNBT 2024

Jumlah registrasi akun permanen dan peserta UTBK 2024 berdasarkan tahun kelulusan. GAMBAR: SNPMB

Darilaut – Sebanyak 231.104 pendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) tahun 2024 dinyatakan lulus.

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) telah mengumumkan pendaftar yang dinyatakan lulus terdiri atas 193.660 lulusan tahun 2024; 31.642 lulusan tahun 2023; dan 5.802 lulusan tahun 2022.

Di antara jumlah pendaftar yang dinyatakan lulus itu, sebanyak 189 pendaftar difabel (dari total 905) dinyatakan lulus.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB Tahun 2024, Ganefri, menyampaikan ucapan selamat kepada peserta SNBT Tahun 2024 yang dinyatakan lulus seleksi Jalur SNBT.

Ganefri berpesan bagi peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Jalur SNBT tahun 2024 dan sudah melakukan pendaftaran ulang tidak dapat diterima pada Seleksi Mandiri Tahun 2024 di PTN mana pun.

Selain itu, “Peserta yang lulus segera melakukan verifikasi data akademik dan registrasi ulang sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh PTN yang dituju,” kata Ganefri, mengutip siaran pers SNPMB, Kamis (13/6).

Pada verifikasi data akademik dan registrasi ulang, menurut Ganefri, peserta yang dinyatakan lulus seleksi Jalur SNBT wajib memenuhi ketentuan, yaitu menunjukkan rapor asli, ijazah/Surat Keterangan Lulus (SKL) asli, dan persyaratan lain yang ditetapkan oleh PTN yang dituju.

Bagi peserta lulus Seleksi Jalur SNBT Tahun 2024 yang melamar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), selain verifikasi data akademik, juga akan dilakukan verifikasi data ekonomi berdasarkan dokumen dan/ atau kunjungan ke alamat tinggal peserta.

Sejumlah 145 perguruan tinggi, yang terdiri atas 75 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Akademik, 26 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), dan 44 Politeknik Negeri sebagai PTN Vokasi, mengikuti SNBT Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Panitia SNPMB.

Perguruan tinggi peserta SNBT Tahun 2024 tersebut menyediakan total daya tampung sejumlah 272.248 kursi. Adapun total pendaftar SNBT Tahun 2024 adalah 785.058 lulusan sekolah lanjutan tingkat atas.

Sebanyak 552.358 lulusan sekolah menengah atas (SMA), 126.656 lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), 99.871 lulusan madrasah aliyah (MA), 968 lulusan sekolah satuan pendidikan kerja sama (SPK) SMA, dan 5.205 lulusan sekolah lainnya.

Dari jumlah pendaftar tersebut, sebanyak 661.076 merupakan lulusan tahun 2024; 104.750 lulusan tahun 2023; dan 19.232 lulusan tahun 2022. Sebanyak 260.069 di antaranya adalah pendaftar pelamar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah).

Berbeda dengan tahun lalu, menurut Ganefri, pada tahun 2024 ini pendaftar SNBT dapat memilih 4 pilihan program studi. Pada PTN Akademik, yang menyediakan 219.709 kursi daya tampung, jumlah pendaftar Pilihan 1 adalah 748.491; Pilihan 2 sebanyak 699.102; Pilihan 3 sebanyak 339.393; dan Pilihan 4 sebanyak 174.892. Sebanyak 256.587 adalah pendaftar pelamar KIP Kuliah.

Sementara itu, pada PTKIN, yang menyediakan 16.232 kursi daya tampung, sebanyak 14.032 mendaftar Pilihan 1; 26.317 mendaftar Pilihan 2; 2.527 mendaftar Pilihan 3; dan 690 mendaftar Pilihan 4.

Adapun pada PTN Vokasi, yang menyediakan 36.307 kursi daya tampung, jumlah pendaftar Pilihan 1 sebanyak 22.535; Pilihan 2 sebanyak 31.210; Pilihan 3 sebanyak 107.120; dan Pilihan 4 sebanyak 96.391. Di antara jumlah pendaftar itu, sebanyak 71.804 adalah pendaftar pelamar KIP Kuliah.

Dalam hal skor UTBK pada SNBT Tahun 2024 ini, dijumpai hal yang menarik.

Ganefri mengatakan selisih skor rerata UTBK tahun 2024 antara calon mahasiswa jenjang Sarjana dan calon mahasiswa jenjang Diploma Tiga lebih kecil daripada selisih skor pada tahun 2023.

Sementara itu, dalam kaitan antara skor UTBK dan kurikulum sekolah asal pendaftar, khususnya pada SMA dan SMK, ditemukan bahwa meskipun persentase penerimaan pendaftar dari sekolah pengguna Kurikulum Merdeka sedikit lebih rendah daripada pendaftar dari sekolah pengguna kurikulum terdahulu (Kurikulum 2013), rerata skor UTBK pendaftar dari SMA dan SMK pengguna Kurikulum Merdeka lebih tinggi—terlepas dari tingkat keketatan prodi yang dipilih.

Exit mobile version