Darilaut – Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Joni Apriyanto meraih gelar doktor ilmu sejarah dari Universitas Diponegoro.
Dalam studi doktornya, Joni mengkaji politik lokal Gorontalo pada masa kolonial. Judul disertasi “Modernisasi Pemerintahan dan Politik Lokal: Perlawanan Elit Gorontalo terhadap Rezim Kolonial, 1889–1942.”
Joni resmi menyandang gelar doktor ilmu sejarah setelah berhasil menyelesaikan ujian tutup disertasi pada Jumat (8/5).
Keberhasilan tersebut menjadikan Joni sebagai dosen pertama di UNG yang meraih gelar doktor di bidang ilmu sejarah.
Penelitian tersebut mengupas dinamika kekuasaan dan bentuk perlawanan elit lokal Gorontalo terhadap kebijakan kolonial Belanda di tengah proses modernisasi pemerintahan pada masa itu.
Kajian ini dinilai penting dalam memperkaya historiografi lokal sekaligus memperluas pemahaman tentang sejarah politik kawasan Indonesia Timur.
Proses ujian disertasi dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Undip, Alamsyah, sebagai ketua sidang. Tim promotor terdiri dari Yetty Rochwulaningsih sebagai promotor utama, didampingi Singgih Tri Sulistiyono dan Hariyono Rinaldi sebagai co-promotor. Sementara itu, penguji eksternal menghadirkan Ichwan Azhari dari Universitas Negeri Medan.




