“Tantangannya adalah menjadikan upaya pemulihan sebagai bagian tak terpisahkan dari pengelolaan lahan, air, dan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta mewujudkan transformasi sistem pangan dan pertanian yang koheren.”
Pemulihan Alami
Membantu alam untuk pulih kembali sangatlah penting bagi ketahanan pangan dan air, ketahanan iklim, penyediaan lapangan kerja, serta kesejahteraan.
Penelitian menunjukkan bahwa memulihkan hanya 15 persen dari area prioritas global dapat mencegah 60 persen kepunahan spesies yang diprediksi terjadi, sekaligus menyerap emisi yang setara dengan 30 persen emisi karbon dioksida.
Namun, kemajuan yang dicapai sangat bervariasi di berbagai ekosistem dan negara. Sebagai contoh, pemulihan ekosistem daratan telah mencapai hampir setengah dari target 30 persen, sementara pemulihan ekosistem laut dan pesisir masih jauh lebih terbatas.
Laporan tersebut menyatakan bahwa upaya pemulihan harus dilakukan dalam jangka waktu yang cukup panjang, agar ekosistem dan keanekaragaman hayati dapat pulih, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kita tidak bisa berharap untuk memperbaiki alam dengan satu tangan, sementara di saat yang sama kita justru merusaknya dengan tangan yang lain,” ujar Astrid Schomaker, Sekretaris Eksekutif Sekretariat Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD).




