Laporan berjudul Nature’s comeback – Scaling ecosystem restoration for people and planet (Kebangkitan Alam – Meningkatkan Skala Pemulihan Ekosistem demi Manusia dan Planet) ini dirilis tepat di pertengahan Dekade PBB untuk Pemulihan Ekosistem (UN Decade on Ecosystem Restoration) yang berlangsung hingga tahun 2030.
Laporan tersebut mengevaluasi kemajuan komitmen global untuk memulihkan sekitar satu miliar hektare lahan—kira-kira seluas negara Tiongkok—pada akhir periode tersebut, serta memastikan 30 persen ekosistem dunia berada dalam kawasan konservasi.
Hal ini sejalan dengan kesepakatan tahun 2022 yang dikenal sebagai Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal (Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework).
Agar target ini tercapai, diperlukan percepatan yang pesat, khususnya pada ekosistem air tawar, laut, dan pesisir. Pendanaan tahunan untuk pemulihan juga harus ditingkatkan lebih dari empat kali lipat, dari 64 miliar dolar AS menjadi 296 miliar dolar AS—sebuah investasi yang berpotensi menciptakan hingga 32 juta lapangan kerja di seluruh dunia pada tahun 2030.
Pemulihan itu Efektif
“Setelah lima tahun berjalan dalam Dekade PBB ini, pesannya jelas: pemulihan itu efektif,” kata Dongyu Qu, Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), yang menerbitkan laporan ini bersama dengan UNEP dan sekretariat keanekaragaman hayati PBB.




