Darilaut – Lebih dari 3.700 peserta yang berasal dari 184 negara menghadiri pertemuan pembahasan polusi plastik global di Jenewa, Swiss.
Selain itu, pertemuan yang akan berlangsung dari tanggal 5 hingga 14 Agustus tersebut dihadiri lebih dari 619 organisasi pengamat.
Bagian kedua dari sesi kelima Komite Negosiasi Antarpemerintah (Intergovernmental Negotiating Committee-INC) untuk mengembangkan instrumen internasional yang mengikat secara hukum mengenai pencemaran plastik, termasuk di lingkungan laut (INC-5.2), dibuka Selasa (5/8) di Jenewa.
Sesi ini bertujuan untuk memfinalisasi dan menyetujui teks perjanjian tersebut serta meneruskannya untuk dipertimbangkan dan diadopsi pada Konferensi Diplomatik Berkuasa Penuh.
INC-5.2 dilaksanakan setelah INC 5, yang berlangsung pada bulan November/Desember 2024 di Busan, Republik Korea. Pertemuan tersebut didahului oleh empat sesi sebelumnya: INC-1, yang berlangsung di Punta del Este pada November 2022, INC-2, yang diselenggarakan di Paris pada Juni 2023, INC-3, yang berlangsung di Nairobi pada November 2023, dan INC-4, yang diselenggarakan di Ottawa pada April 2024.
“Polusi plastik sudah ada di alam, di lautan kita, dan bahkan di dalam tubuh kita. Jika kita terus berada di jalur ini, seluruh dunia akan tenggelam dalam polusi plastik – dengan konsekuensi yang sangat besar bagi planet, ekonomi, dan kesehatan manusia kita,” kata Inger Andersen, Direktur Eksekutif Program Lingkungan PBB (UNEP), mengutip siaran pers Unep.org.
“Namun, ini tidak harus menjadi masa depan kita. Bersama-sama, kita dapat mengatasi tantangan ini. Menyetujui teks perjanjian adalah langkah pertama untuk mengatasi polusi plastik bagi semua orang, di mana pun.”
Menjelang INC-5.2, serangkaian pertemuan informal tingkat menteri, konsultasi regional, dan pertemuan para Kepala Delegasi telah berlangsung.
“Kita di sini hari ini untuk memenuhi mandat internasional. Ini adalah kesempatan unik dan bersejarah bagi komunitas internasional untuk menjembatani perbedaan dan menemukan titik temu,” kata Luis Vayas Valdivieso, Ketua INC.
”Ini bukan sekadar ujian diplomasi kita—ini adalah ujian tanggung jawab kolektif kita untuk melindungi lingkungan, menjaga kesehatan manusia, mewujudkan ekonomi berkelanjutan, dan bersolidaritas dengan mereka yang paling terdampak oleh krisis polusi plastik ini,” ujarnya.
Menjelang pembukaan, pada tanggal 4 Agustus, Direktur Eksekutif UNEP, Ketua INC, dan Sekretaris Eksekutif INC berbincang dengan para Pengamat, sementara Pemerintah Swiss menyelenggarakan Forum Multi-pemangku kepentingan.
“Saat ini, kita berada di persimpangan yang krusial. Sampah plastik mencemari danau kita, membahayakan satwa liar, dan mengancam kesehatan manusia. Ini lebih dari sekadar masalah lingkungan — ini adalah tantangan global yang menuntut tindakan segera dan kolektif,” kata ujar Katrin Schneeberger, Direktur Kantor Federal Swiss untuk Lingkungan Hidup.
Katrin mengatakan dalam beberapa hari mendatang, kita memiliki kesempatan untuk membuat perbedaan nyata — dengan menegosiasikan Perjanjian Plastik yang efektif dan ”mengidentifikasi solusi serta langkah-langkah komprehensif yang menangani seluruh siklus hidup plastik.”
Menurut Sekretaris Eksekutif INC, Jyoti Mathur-Filipp, apa yang telah dimulai di Nairobi telah melewati berbagai kompleksitas, momen-momen tantangan, dan kemajuan yang diraih dengan susah payah—dan justru ketahanan bersama inilah yang memperkuat tekad kita dan membawa kita, yang bertekad dan berwawasan ke depan, ke aula bersejarah ini hari ini.
Dengan diselenggarakan di Palais des Nations, menempatkan INC 5.2 dalam tradisi panjang negosiasi multilateral yang krusial, terobosan diplomatik, dan kerangka hukum internasional. ”Sangat penting bahwa sesi ini kini menjadi bagian dari warisan tersebut,” kata Jyoti.
