Helikopter gabungan milik pemerintah dan swasta telah “dikerahkan untuk terbang ke wilayah tersebut guna mengevakuasi sebanyak mungkin korban selamat” ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan atas berbagai cedera—yang menurut dokter meliputi patah tulang rusuk dan luka bakar—kata Fernandez.
Tim penyelamat di Nepal telah mengerahkan helikopter untuk mencari korban selamat dan menjatuhkan bantuan darurat bagi ribuan orang yang terisolasi di kawasan pegunungan terjal yang populer di kalangan pendaki serta peziarah yang melakukan perjalanan antara Lhasa di Tibet dan Kathmandu.
Juru bicara militer Raja Ram Basnet mengatakan bahwa helikopter dikerahkan untuk menjatuhkan bantuan berupa tenda, makanan, dan obat-obatan dari negara tetangga, India, ke wilayah-wilayah yang paling parah terdampak. Lebih dari 5.000 personel penyelamat dari militer dan kepolisian turut serta dalam operasi penyelamatan yang berhasil mengevakuasi 125 orang pada hari Kamis, termasuk 20 warga negara asing, ujarnya.
Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, bertolak melalui jalur darat menuju Bidur di distrik Nuwakot—salah satu wilayah yang paling parah terdampak—untuk meninjau situasi banjir, demikian disampaikan kantornya melalui media sosial.
Solidaritas PBB
Tim bantuan, termasuk badan-badan PBB, terus berupaya menjangkau masyarakat yang terisolasi akibat bencana banjir bandang dahsyat di Himalaya yang menerjang Nepal dan Tibet-Cina.



