Darilaut – Dalam sebulan terakhir, sejak 19 Februari sampai 12 Maret 2026, empat ekor tuna berukuran besar didaratkan di Gorontalo.
Ukuran tuna dengan panjang 2 meter lebih tersebut berat 150 kg sampai 255 kg.
Tuna Balap
Pada 19 Februari nelayan yang juga sebagai kapten kapal Tuna Balap 955 bernama Hendra berhasil menangkap ikan tuna dengan berat 255 kg.
Hendra bergabung dengan kapal penangkap ikan Tuna Balap dibawah koordinasi pengusaha perikanan Nur Hamid.
Ikan tuna ini didaratkan di sekitar Pelabuhan Gorontalo, kemudian dijual di lapak.
Dengan menggunakan pancing ulur ikan ini tertangkap pukul 14.00 dan dapat ditarik ke kapal, empat jam kemudian atau pukul 18.00.
Menurut Iqbal, salah satu nelayan, ikan tuna ditarik secara bergantian oleh enam nelayan.
Tiba di pelabuhan Gorontalo pada hari Kamis 19 Februari, ikan ini setelah ditimbang ”beratnya 255 kg,” kata Iqbal.
Umpan yang digunakan dalam penangkapan ini ikan oci, dengan pemberat timah.
Tuna Sirip Biru
Untuk pertama kali tercatat ikan tuna sirip biru (bluefin tuna) diturunkan di Pelabuhan Perikanan Tenda, Kota Gorontalo, pada Minggu (22/2) sore. Tuna sirip biru itu dengan berat total 230 kg.
Proses pemindahan tuna sirip biru dengan berat 230 kg itu dari kapal penangkap ikan ke tempat pendaratan di Pelabuhan Tenda berlangsung ramai dan cukup lama, pada Minggu (22/2) sore.
Tuna sirip biru itu hasil tangkapan nelayan di kapal ikan Cahaya Bilqis.
Titik lokasi penangkapan ikan berada di Laut Maluku atau di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715.
Ketika Tuna Sirip Biru ini memakan umpan yang ada di pancing, ”ada dua nelayan yang mengangkat ikan ini selama satu jam lebih ke kapal,” kata Arifin (43 tahun) Kapten kapal ikan Cahaya Bilqis, kepada Darilaut.id.
Kapal ikan Cahaya Bilqis memiliki panjang 24 meter, namun ramping dengan lebar hanya 2,2 meter.
Hari itu, Jumat 20 Februari lepas jam 13.00 siang. Cahaya Bilqis memilih lokasi penangkapan di Laut Maluku.
Tak lama, pancing dengan umpan ikan cakalang panjang 25 cm itu dimakan ikan pelagis besar.
Tuna sirip biru itu dengan berat total 230 kg berhasil ditangkap. Setelah dilakukan pembersihan isi perut, bagian ekor dan insang beratnya 196 kg.
Bintang nama nelayan Cahaya Bilqis, melepas senar nilon nomor 120. Persediaan senar nilon ini dengan panjang 1000 meter.
Nelayan Boalemo
Selang beberapa hari kemudian, di bulan Februari nelayan di Kabupaten Boalemo mendaratkan ikan tuna berukuran lebih dari 150 kg.
Nelayan menggunakan pancing ulur untuk menangkap ikan tuna berukuran besar tersebut.
Nelayan Bongo
Pada Kamis 12 Maret 2026, nelayan Gorontalo mendaratkan tuna berukuran besar. Tuna sirip biru ini dengan panjang 2,1 meter (210 cm), berat bersih 136 kilo gram (tanpa isi lambung seperti usus dan insang) serta berat kotor lebih dari 160 kg.
”Ikan ini ditangkap nelayan (Desa) Bongo,” kata Nasir Yusuf, pengelola lapak penjualan ikan Anugerah di jalan Kalimadu, Kota Gorontalo.
Ismail Daud yang bekerja di lapak ikan Augerah mengatakan ikan tuna ini berbeda dengan tuna sirip kuning dan mata besar (bigeye)
Tuna sirip biru ini hasil tangkapan nelayan bernama Nogon Latief di Laut Maluku.
”Lokasi penangkapan di rakit yang berada di (selatan) Belang (Kabupaten Minahasa Tenggara),” kata Erwin Bakari, nelayan yang juga penampung ikan tuna di Desa Bongo. Jarak penangkapan ikan dari Desa Bongo sekira 160 mil.
”Ikan ini beda” dengan bukurasi tuna sirip kuning dan bukurasi mata besar (ohu). ”Kami menyebut ini bukurasi anua,” ujar Erwin.
Erwin mengatakan lokasi penangkapan nelayan tuna di Bongo dan Paguyaman Pantai berada di Laut Maluku dengan mengambil patokan dari Belang. (VM)
