Selasa, November 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

redaksi
2 November 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Perubahan Iklim Makin Mengkhawatirkan

Naiknya muka air laut membahayakan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Laju naiknya permukaan laut global telah meningkat hampir dua kali lipat sejak pengukuran satelit dimulai pada tahun 1993, menurut Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), sementara suhu laut yang menghangat memicu badai tropis yang jauh lebih dahsyat.

New York hanyalah satu dari sekian banyak kota yang menghadapi ancaman ini.

Sebuah laporan PBB baru-baru ini mengungkap bahwa hampir 10 persen populasi dunia—sekitar 770 juta orang—tinggal di wilayah pesisir yang berada kurang dari lima meter (16,4 kaki) di atas permukaan air pasang tertinggi, sehingga mereka sangat rentan terhadap risiko tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres telah memperingatkan bahwa “kota-kota besar di setiap benua akan menghadapi dampak serius” akibat kenaikan permukaan laut, dengan menyebut New York sebagai salah satunya.

“[Proyek pertahanan banjir New York] merupakan langkah maju yang patut dipuji. Ini juga menjadi pesan bagi semua kota besar lainnya,” ujar Navid Hanif dari Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB (DESA) kepada UN News.

“Apa yang dilakukan New York patut diakui, dihargai, dan ditiru di belahan dunia lainnya,” katanya.

Penting untuk dicatat, meskipun kenaikan permukaan laut terutama mengancam infrastruktur di kota-kota berpendapatan tinggi seperti New York, Miami, dan Guangzhou (Tiongkok), ancaman ini bersifat eksistensial bagi masyarakat di kota-kota dataran rendah di Asia Selatan, seperti Kolkata, Mumbai, dan Dhaka.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Naiknya Permukaan LautPBBPesisirWMO
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

Next Post

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

Postingan Terkait

BNPB – UGM Kerja Sama Pemasangan Sistem Peringatan Dini Tsunami

Hari Kesadaran Tsunami Sedunia: Kisah Tentang Smong dari Pulau Simeulue Aceh

3 November 2026
Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

2 November 2026

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Next Post
Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

TERBARU

Hari Kesadaran Tsunami Sedunia: Kisah Tentang Smong dari Pulau Simeulue Aceh

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Perubahan Cepat Lapisan Es

Hiu Paus 7,4 Meter Mati di Pesisir Selatan

Banjir Pesisir Berpotensi Terjadi di Kalimantan Barat dan Maluku Utara

Temuan Penting Laporan Terbaru WMO

Nilai Tukar Nelayan Turun

Wahyu Dhyatmika Lantik AMSI Wilayah Tanah Papua

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.